Menyadari Kita Juga Sering Salah

Renungan Keluarga Allah
Minggu, 24 Juli 2016

BACAAN HARI INI

Matius 18 : 21-35

RHEMA HARI INI

Matius 18 : 33 Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?

Seorang wanita tua renta berkulit hitam perlahan bangkit berdiri di suatu ruang pengadilan di Afrika Selatan. Umurnya kira-kira 70, di wajahnya tergores penderitaan yang dialaminya bertahun-tahun. Di depan, di kursi terdakwa, duduk Mr. Van der Broek, seorang laki-laki kulit putih yang dinyatakan bersalah telah membunuh anak laki-laki dan suami wanita itu. Beberapa tahun yang lalu laki-laki itu datang ke rumah wanita itu. Ia mengambil anaknya dan membunuhnya. Beberapa tahun kemudian, ia kembali lagi, mengambil suaminya dan menyiksa lalu membunuhnya di depan mata wanita itu. Kata-kata terakhir yang didengarnya ketika ia akan dibunuh adalah, “Bapa, ampunilah mereka.”

Akhirnya Mr. Van den Broek ditangkap dan diadili. Ia dinyatakan bersalah, dan sekarang saatnya untuk menentukan hukumannya. Ketika wanita itu berdiri, hakim bertanya, “Jadi, apa yang Anda ingin pengadilan lakukan terhadap orang ini?” Jawaban wanita tua ini sungguh di luar dugaan semua orang. Dia menginginkan 3 hal. Pertama, dia ingin dibawa ke tempat suaminya dibunuh dan mengumpulkan debunya untuk menguburkan secara terhormat. Kedua, dia ingin Mr. Van den Broek menjadi anaknya. Wanita ini ingin dia datang dua kali sebulan ke ghetto (perumahan orang kulit hitam) dan melewatkan waktu sehari bersamanya. Dan yang ketiga dia ingin Mr. Van den Broek tahu bahwa dia memberikan maaf baginya karena Yesus Kristus mati untuk mengampuni, karena itu juga permintaan terakhir suaminya. “Oleh karena itu, bolehkah saya meminta seseorang membantu saya ke depan hingga saya dapat membawa Mr. Van den Broek ke dalam pelukan saya dan menunjukkan padanya bahwa dia benar-benar telah saya maafkan,” kata wanita tua ini. Ketika petugas pengadilan membawa wanita tua itu ke depan, Mr. Van den Broek sangat terharu dengan apa yang didengarnya hingga pingsan. Kemudian, mereka yang berada di gedung pengadilan – teman, keluarga, dan tetangga – korban penindasan dan ketidakadilan serupa – berdiri dan menyenandungkan lagu “Amazing Grace.”

Cerita di atas terkadang bertolak belakang dengan apa yang sering kita lihat dan dengar apabila hal tersebut dialami orang di dunia ini. Kita akan sulit memberikan pengampunan kepada orang yang sudah bersalah kepada kita. Apalagi sebuah kesalahan yang sangat besar. Namun, kita harus menyadari bahwa kita sendiri pun tidak pernah luput dari kesalahan. Tidak ada manusia yang sempurna yang tidak pernah berbuat dosa. Untuk kesalahan dan dosa-dosa kita itu, Tuhan Yesus sudah memberikan pengampunan-Nya kepada kita. Tidak ada dosa dan kesalahan yang terlalu besar yang bisa menahan Yesus dari memberikan pengampunan-Nya kepada kita. Itulah anugerah, itulah kasih karunia. Oleh karena itu, berikanlah maaf kepada orang yang sudah menyakiti atau bersalah kepada kita dengan tulus, bagaimanapun kesalahannya kepada kita. Ikutilah teladan Yesus, dan jadilah pelaku Firman yang menyenangkan hatinya Tuhan.

RENUNGAN

Menyadari bahwa diri kita sendiripun seringkali TIDAK LUPUT DARI KESALAHAN, membuat kita bisa lebih lapang hati dalam memberi maaf.

APLIKASI

  1. Siapakah orang yang pernah membuat Anda kecewa/sakit hati?
  2. Sudahkah Anda memberikan maaf kepada orang tersebut?
  3. Komitmen apa yang akan Anda lakukan ?

DOA UNTUK HARI INI

Terima Kasih untuk pengampunan yang Engkau beri bagi setiap kami ya Tuhan, ajari kami supaya bisa mengampuni orang lain yang bersalah kepada kami. Dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amien.

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Titus