Menyalibkan Kedagingan

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Galatia 5:16-26

RHEMA HARI INI
Galatia 5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Pergaulan bebas membentuk Andre menjadi seorang bertipe pemberontak. Ia tidak pernah berbicara lagi dengan kedua orang tuanya. Tiap malam, ia lebih suka berkumpul bersama teman-temannya untuk minum minuman keras  dan menikmati klub malam. Rokok dan narkotika menjadi teman setianya dalam beraksi. Waktu yang ia berikan kepada keluarga hampir tidak ada, ia sudah terpengaruh terhadap kehidupan malam yang negatif. Suatu hari, Tuhan izinkan Andre mengalami overdozis dari obat narkotika yang ia gunakan. Ia hampir kehilangan nyawanya namun berhasil ditemukan dan diselamatkan keluarganya. Tanpa narkotika, ia mengalami rasa kesakitan yang luar biasa dan ia semakin memberontak. Setiap malam, ibunya datang kepadanya dan mendoakannya. Hal itu menjadi titik balik bagi Andre untuk hidup di jalan terang.

Andre ingin sekali kembali ke jalan terang, tapi godaan minuman keras dan narkotika juga sangat tinggi. Hal itulah yang membuat Andre semakin terkulai lemas di kasur. Beberapa minggu di kamar, Andre baru menyadari ada sebuah alkitab di meja dekat kasur. Ia mulai membaca kisah tentang Yesus yang menebus segala dosa manusia, Ia adalah jalan kebenaran. Dari situ, Andre mulai ingin lebih mengenal Yesus lebih dalam. Sebulan membaca Alkitab, ia mulai sadar bahwa untuk menjadi milik Yesus, ia harus melepaskan keinginan dan hawa nafsunya. Dari situlah ia sadar bahwa ia harus lepas dari minuman keras dan narkotika. Ia ingin sekali mengalami kebangkitan dan ingin sekali beribadah di gereja. Tidak perlu rehabilitasi, Andre pun bangkit membaik dan kini menjadi alat Tuhan Yesus dengan bersaksi atas kebangkitan hidupnya.

Kita akan mengalami kuasa kebangkitan ketika kita menyalibkan keinginan daging kita, dan kekuatan untuk menyalibkan kedagingan kita didapatkan dari persekutuan yang intim dengan Roh Kudus dan Firman. Jika Anda rindu mengalami kebangkitan dan kemenangan dalam seluruh aspek kehidupan Anda, tidak bisa tidak, Anda harus belajar menyalibkan keinginan daging Anda supaya Anda sungguh-sungguh bisa mengalami kuasa kebangkitkan Kristus yang luar biasa. Dengan pertolongan Roh Kudus dan kuasa Firman, pasti Anda akan dimampukan.

RENUNGAN
Syarat penting untuk kita bisa MENGALAMI KUASA KEBANGKITAN KRISTUS adalah MENYALIBKAN KEDAGINGAN KITA.

APLIKASI
1. Apakah Anda saat ini masih terikat dalam kehidupan daging?
2. Jika iya, bagaimana cara Anda untuk bisa hidup bebas dari keterikatan tersebut?
3. Apa komitmen Anda untuk terus mengalami kuasa kebangkitan Yesus?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan terima kasih atas kasih setia-Mu kepada kami. Tuhan beri kami kekuatan untuk bisa melepaskan segala keterikatan kami terhadap kedagingan kita. Kami sadar Tuhan, untuk hidup di dalam-Mu, kami harus menyalikan segala nafsu dan keinginannya. Karena kami sadar, hanya dengan-Mu saja kami dimampukan. Dalam nama Yesus, kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.