Menyalibkan Kedagingan

BACAAN HARI INI
1 Raja-Raja 18:20-46

RHEMA HARI INI
1 Raja-Raja 18:33 “Ia menyusun kayu api, memotong lembu itu dan menaruh potongan-potongannya di atas kayu api itu.”

Edmond memiliki prinsip bahwa ia dan keluarga harus memiliki rumah sendiri, tidak menumpang ataupun menyewa. Namun, suatu hari, kejadian demi kejadian yang tidak menyenangkan terjadi. Setelah Edmond kehilangan pekerjaan, api menghancurkan rumah mereka. Edmond dan keluarga yang biasa hidup berkecukupan harus menjadi tunawisma. Satu-satunya pilihan adalah tinggal di rumah penampungan bagi orang-orang miskin.

“Tuhan, keluarkan aku dari sini!” itulah doa Edmond di malam pertamanya. Ia benci dengan aturan-aturan di sana. Para penghuni harus dikawal saat makan, seakan-akan mereka berniat mencuri makanan. Mereka juga harus beribadah di gereja yang menjadi donatur rumah penampungan tersebut. Selain itu, bila para penghuni memperoleh pekerjaan, mereka diharuskan menabung 70% dari penghasilannya.

Dengan segala upaya, Edmond berusaha mendapatkan pekerjaan dan keluar dari rumah penampungan itu. Kebenciannya tinggal di tempat itu memuncak dan ia memutuskan untuk menumpahkannya pada pengelola rumah penampungan. Bukannya lega, Edmond malahan tidak dapat tidur setelahnya. Malam itulah ia menyadari bahwa sikapnya selama ini sangat negatif. Ia terlalu memusatkan perhatiannya pada usaha untuk keluar dari rumah penampungan, bukannya berusaha melakukan yang terbaik untuk kepentingan keluarganya. Setelah malam itu, Edmond mengubah sikapnya. Ia memulainya dengan mengambilkan segelas air untuk seorang pria yang sakit-sakitan di kamar sebelahnya.

Sembilan bulan kemudian, Edmond yang sudah memiliki pekerjaan tetap mendapatkan kembali rumah impiannya. Namun demikian, Edmond tidak akan pernah melupakan apa yang telah dipelajarinya di rumah penampungan.

Api Roh Kudus hanya bisa didapatkan oleh orang-orang yang mau menyalibkan kedagingan. Kedagingan tidak hanya berbicara tentang rasa lapar dan haus. Kedagingan juga berbicara tentang mengalahkan ego, dosa, pikiran negatif, perkataan yang menghakimi orang lain, bahkan karakter-karakter kita yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Inilah pentingnya kita mengikuti Gerakan Doa Puasa 50 Hari. Saat kita berdoa dan berpuasa, kita sedang menolak kesenangan dunia, melemahkan kedagingan, serta meninggalkan dosa dengan tujuan supaya fokus kita semakin tertuju kepada Tuhan. Dengan demikian Api Roh Kudus yang mengubahkan dan menjadi dampak bagi sekeliling akan kita dapatkan. Amin. Tuhan Yesus memberkati.

RENUNGAN

MENYALIBKAN KEDAGINGAN kita membuat kita bisa FOKUS KEPADA TUHAN, sehingga kita bisa menerima segala sesuatu yang sudah disediakan Tuhan bagi kita.

APLIKASI
Apa saja kedagingan yang perlu Anda salibkan ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa, kami mau berjuang untuk menyalibkan kedagingan. Kami mau berusaha setiap hari agar semakian serupa dengan Engkau. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Mazmur 146-147
Lukas 15:1-10