Merenungkan Firman Tuhan Siang Dan Malam

BACAAN HARI INI
Yosua 1:1-18

RHEMA HARI INI
Yosua 1:8 “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”

Pada usia 16 tahun, Jeanne Guyon (1648-1717) dipaksa menikah dengan pria cacat yang tidak dicintainya. Pernikahan itu tidak berlangsung bahagia. Suaminya adalah seorang yang melankolis dan temperamental. Ibu mertuanya suka mengkritik kesalahan-kesalahannya. Bahkan, pembantu di rumahnya pun tidak menghormatinya sebagai nyonya di rumah tersebut. Jeanne sudah berusaha mengabdikan diri kepada suami dan keluarganya, namun, tetap tidak ada perubahan.

Karena dilarang beribadah ke gereja oleh suaminya, Jeanne mencari Tuhan melalui Alkitab. Itu pun ia lakukan secara diam-diam. Kesukaannya membaca Alkitab setiap hari itu membuatnya dapat berkata, “Walaupun keadaan keluargaku suram, sebenarnya aku ada dalam kondisi yang sangat baik. Aku aman berada dalam tangan Tuhan.”

Jeanne Guyon yang kemudian dikenal sebagai Madame Guyon meninggal dalam usia 69 tahun dalam kedamaian sempurna. Buku-buku tulisannya yang berisi tentang hubungannya dengan Kristus memiliki pengaruh yang sangat luas pada zamannya, bahkan tetap berdampak sampai saat ini.

“Sikap berserah penuh merupakan kunci untuk mendapatkan pemahaman yang sulit dimengerti.” (Madame Guyon – Experiencing the Depth of Jesus Christ)

Sebagaimana tubuh membutuhkan makanan setiap hari, demikian juga dengan roh kita. Roh membutuhkan makanan rohani setiap hari berupa Firman Tuhan. Darimana Madame Guyon menemukan kedamaian sejati, bahkan menuliskannya menjadi sebuah kisah inspiratif di tengah masalah hidupnya? Jawabannya adalah karena ia mengerti Firman Tuhan dan merenungkannya siang dan malam.

Kata ‘merenungkan’ dalam bahasa aslinya adalah ‘hagah’ (cara baca: haw-gaw), yang artinya adalah ‘membayangkan; bergumam; berbisik; berdengung; dan komat-kamit’. Saat kita membaca Alkitab, kita membayangkan Firman itu dalam benak kita. Jadi bukan sekedar membaca, namun kisah-kisah dalam Alkitab tersebut kita bayangkan dalam pikiran, sehingga Firman itu hidup dalam hati dan pikiran kita. Itulah cara membaca Alkitab yang benar. Itulah merenungkan Firman Tuhan siang dan malam yang membawa perkenanan Tuhan atas hidup kita. Tuhan Yesus memberkati. (ABU)

RENUNGAN
Perkenanan Tuhan datang kepada mereka yang SUKA MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN siang dan malam.

APLIKASI
 Bagaimana cara Anda membaca Alkitab ? Dalam satu hari, berapa pasal Alkitab yang Anda baca ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa, bimbing dan ajari kami untuk merenungkan Firman-Mu siang dan malam. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Yosua 13-15
Kisah Para Rasul 21:1-26