Mewaspadai Jerat Perselingkuhan

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Ibrani 13:1-25

RHEMA HARI INI
Ibrani 13:4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.

Selingkuh. Orang dunia mendeskripsikannya sebagai ‘selingan indah keluarga utuh.’ Pertanyaannya adalah, indah bagi siapa? Kenyataannya, selingkuh tidak akan pernah bisa menjadi sesuatu yang indah. Awalnya mungkin indah bagi yang berselingkuh, tetapi akibatnya akan mendatangkan kehancuran dalam segala hal di hidupnya. Bukan hanya hubungan suami istri yang terkoyak, anak-anak pun bisa menjadi hancur; bahkan bukan hanya keluarga yang rusak, tetapi keuangan, kesehatan, usaha, pekerjaan bisa turut hancur.

Itu sebabnya, kita harus sangat waspada dengan yang namanya perselingkuhan. Bahkan firman Tuhan mengingatkan bahwa sesungguhnya, perselingkuhan sudah dimulai sejak dalam pikiran kita. Saat kita membuka celah dengan menyerah kepada daya tarik lawan jenis yang bukan pasangan kita, saat itulah sebenarnya kita sudah mengizinkan jerat perselingkuhan masuk dalam hidup kita. Itu sebabnya, begitu godaan datang, kita harus segera membuangnya jauh-jauh dan mengalihkan perhatian kita. Namun, ada cara yang jauh lebih baik, yaitu menghindari kesempatan membuka celah perselingkuhan sebaik mungkin. Jangan melakukan aktivitas hanya berdua dengan orang yang bukan pasangan kita. Jangan menjadikan orang yang bukan pasangan kita sebagai teman curhat, dan masih banyak lagi kesempatan terbukanya celah perselingkuhan yang bisa kita hindari.

Dalam hal perselingkuhan, jadilah orang yang sedapat mungkin berusaha memilih jalur yang benar. Kalau bisa pergi sendiri atau dengan sesama jenis, mengapa kita harus bermain api dengan pergi bersama lawan jenis yang bukan pasangan kita? Kalau bisa curhat atau konseling dengan sesama jenis, mengapa kita harus menyerempet bahaya dengan curhat berulang-ulang kepada lawan jenis yang bukan pasangan kita? Firman Tuhan berkata supaya kita sungguh-sungguh menghormati pernikahan dan jangan mencemarkannya, supaya hidup kita terus berkenan di hadapan Allah. Karena itu, marilah kita berkomitmen dengan tegas menolak semua celah perselingkuhan yang mungkin timbul dalam hidup kita, sebab tidak ada keindahan dalam perselingkuhan.

RENUNGAN
Masalah yang SANGAT SERIUS dan TIDAK BOLEH DIREMEHKAN dalam pernikahan adalah PERSELINGKUHAN.

APLIKASI
1. Menurut Anda, apa saja yang bisa menjadi celah bagi perselingkuhan?
2. Mengapa kita harus sangat menghindari celah perselingkuhan?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya Anda selalu terhindar dari perselingkuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami mohon pertolongan-Mu untuk kami menjaga hidup kami senantiasa kudus dan benar dalam Engkau. Kami percaya dengan pertolongan dan pengurapan Roh Kudus-Mu, maka kami dimampukan untuk terus berjalan dalam kebenaran firman-Mu. Terima kasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.