Miliki Hati Seorang Murid

BACAAN HARI INI
Mazmur 119:1-176

RHEMA HARI INI
Mazmur 119:147-148 Pagi-pagi buta aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada firman-Mu. Aku bangun mendahului waktu jaga malam untuk merenungkan janji-Mu.

Bagi mereka yang mengikuti sejarah perjalanan gereja kita, pasti dapat mengalami dan merasakan sendiri betapa dahsyatnya mujizat yang Tuhan kerjakan dalam dua tahun belakangan ini. Bahkan dapat dikatakan semua mujizat yang terjadi dari sejak awal gereja kita berdiri sampai dua puluh sembilan tahun kemudian belum ada apa-apanya dibandingkan dua tahun terakhir. Dimulai sejak Unlimited Conference 2018 dimana Gembala kita mendapat rhema doa profetik dilanjutkan di tahun berikutnya dengan rhema bangun pondok daud. Sejak saaat itulah Tuhan berkarya besar-besaran melampaui apa yang sudah terjadi selama tahun-tahun sebelumnya.

Demikian pula dalam tujuh pilar perjanjian berkat yang sedang kita pelajari bulan ini. Pilar ke 6 mengajarkan agar kita belajar bergerak secara profetik. Mengikuti langkah demi langkah yang diinstruksikan Tuhan dengan tuntunan Roh Kudus. Belajar untuk menanti-nantikan instruksi dari Tuhan sampai kita benar-benar mendapat petunjuk langkah apa yang akan kita ambil dalam setiap aspek kehidupan kita. Sama seperti saat Gembala kita meminta dan menanti-nantikan rhema dari Tuhan. Setelah Tuhan berikan, lalu mulai melangkah dan mengajak jemaat untuk bersama-sama bergerak secara profetik. Terobosan luar biasa terjadi, bagai rajawali kita dibawa terbang tinggi melampaui segala kemustahilan.

Untuk bisa mendengar suara Tuhan dan menangkap instruksi-Nya, diperlukan hati seorang murid. Hati yang haus untuk belajar, hati yang selalu ingin tahu. Dalam Yesaya 50:4-5 dikatakan, setiap pagi Tuhan mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Pagi hari saat pikiran kita masih segar dan belum terganggu oleh banyak hal, adalah saat yang paling tepat untuk kita belajar. Menyembah Tuhan, membaca dan merenungkan Firman Tuhan. Kemudian ambil waktu untuk duduk diam dan mendengarkan suara Tuhan. Saat kita mau bersabar duduk berlama-lama menanti-nantikan Tuhan, maka pagi demi pagi pendengaran telinga roh kita akan makin dipertajam oleh Tuhan. Makin peka dan bertambah peka, sampai kita sungguh-sungguh bisa mendengar suara-Nya.

RENUNGAN
Saat kita mau BERSABAR duduk lebih lama MENANTI-NANTIKAN TUHAN, Dia akan MEMPERTAJAM KEPEKAAN rohani kita.

APLIKASI
1. Apakah selama ini Anda sudah menyediakan waktu khusus untuk duduk diam dan menanti-nantikan Tuhan? Berapa lama biasanya saat teduh Anda?
2. Apa yang Anda lakukan saat Anda tak kunjung mendengar suara-Nya? Anda tinggalkan saat teduh Anda atau Anda duduk lebih lama?
3. Sudahkah Anda mentaati setiap langkah kecil yang telah Tuhan tunjukkan pada Anda?

DOA UNTUK HARI INI
Tuhan kami rindu untuk mengalami kemuliaan-Mu setiap harinya sehingga terang-Mu terpancar bagi sekeliling kami. Beri kami hati seorang murid yang senantiasa mau belajar dan memperhatikan petunjuk-Mu. Pertajam telinga rohani kami agar semakin peka untuk mendengar suara-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.