Minta Hikmat Tuhan Dan Usaha Rumah Makan Maju

Shalom, Saya jemaat Gereja Internet sejak July 2019. Dan sudah 3x saya ikut Pondok Daud dan ibadah di Solo. 2x ikut ibadah di Soho Jakarta. Sayapun turut merasakan sukacita UC 2019 di Solo. Sejak pulang dari mengikuti Pondok Daud 24 July 2019 saya mengalami banyak sekali mujizat yang dahsyat, antara lain pengurangan bunga bank dalam jumlah yang besar atas hutang pembelian rumah kost. Dan tahun inipun saat pandemi, saya mengalami mujizat yang tidak masuk akal. Kami mempunyai rumah makan sudah 18 tahun sejak 2002. Memasuki pertengahan Maret 2020 penjualan di cafe mulai menurun karena pendemi, hingga kami mengambil keputusan menutup cafe kami pada bulan April 2020 dan rencana akan buka lagi di bulan Mei 2020. Koki dan semua karyawan dipulangkan, ada yang diluar daerah. Walaupun tutup tapi sewa cafe masih tetap kami bayar. Hikmat Tuhan datang lewat teman saya seorang pengusaha, dia katakan jangan pikir pandemi ini akan selesai bulan Mei, karena bisa saja sampai akhir tahun. Dan sayapun ambil keputusan tutup total dan putus sewa menyewa cafe.
Saat kami tutup banyak yang menelpon mau pesan makanan bungkus. Kebetulan di rumah saya ada mantan koki kami, yang numpang tinggal karena tempat dia kerja tutup. Saya minta tolong masak, pembayaran sesuai jumlah pesanan. Tapi orangnya tidak mau, saya agak kecewa, tapi saat itu semangat saya bangkit, kalau orang lain bisa masak maka sayapun pasti bisa dengan pertolongan Tuhan. Saya ingat Pak Obaja mengatakan jika usaha tidak jalan maka minta hikmat, Tuhan memberikan jalan yang lain, cari peluang usaha. Dan saya berdoa minta pertolongan dari Tuhan, saya katakan Tuhan memberikan keahlian masing-masing kepada bangsa Israel, maka saya percaya Tuhan memberikan keahlian memasak buat saya. Dan saya minta resep 1 menu saja ke koki saya yang pulang Makasar. Puji Tuhan dia kasih detail pemakaian bumbu untuk satu menu. Dari situ saya kembangkan ke menu yang lain lewat youtube. Tuhan memberikan saya keahlian dan hikmat.
Dan sungguh dahsyat dan tidak masuk diakal saya, saya sudah bisa membuat semua menu yang saya jual dirumah makan. Buat orang lain masak ini hal yang biasa, tapi buat saya ini anugerah terindah dan terbesar dalam hidup saya, karena sejak dulu sampai Maret 2020 saya tidak tahu masak. Masak nasipun selalu lembek atau keras, dadar telur hangus atau keasinan. Suatu hal yang mustahil kalau saya bisa masak. Anak saya yang kerja di luar kotapun sampai terheran-heran mamanya bisa masak.
Puji Tuhan banyak pesanan dan testimoni yang pesan makanan. Salah satunya mantan Gubernur yang makan katanya nasi goreng makassar enak sekali. Puji Tuhan, Tuhan memberikan hikmat, sekarang kami sudah membangun rumah makan di halaman rumah kami sendiri jadi saya tidak dipusingkan lagi dengan bayar sewa setiap bulan. Tuhan memelihara kehidupan kami, tidak ada ya g mustahil buat Tuhan. Amin.

Dewi Sangi Lajuck