MOMEN PENDAMAIAN DENGAN ALLAH (REKA)

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

2 Raja-Raja 15-16
Yohanes 3:1-18

BACAAN HARI INI
Yohanes 14:23-27

RHEMA HARI INI
Yohanes 14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Tuhan Yesus sering disebut sebagai Raja Damai (Yes. 9:5). Kedatangan-Nya ke dunia dahulu diartikan secara harafiah oleh orang-orang Yahudi. Mereka mengharapkan datangnya seorang Mesias yang mampu memimpin dan membawa mereka dalam situasi damai dan kebebasan secara politik (Luk. 24:21). Akan tetapi, misi damai yang dibawa Tuhan Yesus, ternyata berbeda dari apa yang dipikirkan oleh orang-orang Yahudi. Allah, sang Raja Damai itu, turun ke dunia untuk menawarkan perdamaian dengan kita manusia. Bukan karena Allah sedang berperang dengan kita, tetapi karena dosa membuat manusia berada dalam posisi sebagai musuh Allah. Misi inilah yang dibawa oleh Yesus Kristus, agar setiap orang diperdamaikan kembali dengan-Nya.

Seperti dua orang sahabat yang terlibat adu pendapat dan berselisih paham. Hubungan yang tadinya baik menjadi renggang. Mereka tidak saling bicara satu sama lain. Komunikasi jadi terasa canggung. Mereka pun kehilangan momen-momen menyenangkan dalam sebuah persahabatan. Begitu pula saat hubungan kita dengan Tuhan tidak baik, ada jarak, ada keretakan, ada ketidaktaatan, ada pemberontakan, kita menjadi jauh dari Tuhan. Rasa damai sejahtera pun lenyap dalam diri kita.

Hari Natal bukanlah sekedar perayaan, tetapi juga bicara tentang momen pendamaian dengan Allah. Kita merayakan lahirnya Sang Juruselamat yang membuka jalan perdamaian antara manusia dan Allah. Sebab tanpa berdamai dengan Allah, MUSTAHIL kita bisa memiliki damai sejahtera yang sejati. Oleh sebab itu, di perayaan Natal tahun ini, mari kita evaluasi diri. Apakah kita sudah didamaikan dengan Allah? Artinya, apakah saat ini kita sudah memiliki hubungan yang baik dengan Allah, atau justru merasa sangat jauh dari hadirat Allah? Jika ada yang merasa demikian, segera berikanlah diri kita untuk didamaikan dengan Allah. Maka damai sejahtera yang diberikan Allah, yang tidak akan bisa disamai oleh apa pun yang ditawarkan oleh dunia, akan kita terima. Membuat kita mengalami sukacita yang tak berkesudahan dan kemuliaan Tuhan akan bersinar JAUH LEBIH TERANG dari sebelumnya dalam hidup kita. (PF)

RENUNGAN
Natal juga bicara tentang momen PENDAMAIAN DENGAN ALLAH.

APLIKASI
1. Apa arti Natal bagi Anda selama ini?
2. Sudahkah Anda diperdamaikan dengan Tuhan? Apa yang Anda rasakan ketika Anda jauh dari Tuhan?
3. Apa komitmen Anda dalam perayaan Natal tahun ini?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, terima kasih Engkau telah datang ke dunia untuk kami. Karena Engkaulah kami beroleh pendamaian dengan Allah. Kini kami pun mau menjadi agen-agen yang mewartakan berita kedamaian dengan Allah kepada sebanyak mungkin orang yang kami kenal, sehingga mereka pun boleh menerima damai dan sukacita yang sejati. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”