Momen Terbaik Untuk Membangun Keintiman Dengan Tuhan

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Hosea 6:1-11

RHEMA HARI INI
Hosea 6:3 Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.”

Tidak punya teman, ditinggal pasangan, maupun ditinggal orang yang dikasihi pulang ke rumah Bapa adalah momen yang sangat tidak menyenangkan untuk dilewati. Rasa sepi menyeruak di relung hati, membuat hidup serasa tiada warna. Tiada arti. Hampa dan kosong. Tidak tahu harus berbuat apa. Tidak tahu harus bagaimana. Itulah yang dirasakan setiap jiwa yang mengalaminya.

Hal serupa juga pernah dialami Ester ketika ditinggal pergi suami yang sangat ia kasihi. Kekosongan begitu ia rasakan. Air mata terus mengalir membasahi pipi setiap kali mengingat suaminya. Untuk mengisi kekosongan, ia mulai memutar lagu-lagu rohani. Berharap hatinya boleh sedikit terhibur. Ia juga mencoba melangkah ke Pondok Daud, tempat pujian dan penyembahan dinaikkan sepanjang waktu. Ester sangat bersyukur dengan adanya Pondok Daud. Setiap kali ia butuh kekuatan dan penghiburan, Pondok Daud menjadi tempat favorit, tempat ia bisa mencurahkan isi hati, kesepian, kekosongan, dan kerinduannya akan suaminya di hadapan Tuhan, selain di kamarnya sendiri. Ia merasakan kasih Tuhan begitu manis dan kental. Kasih yang sanggup mengusir semua kekosongan dan kesepian dalam hatinya setiap berada dalam hadirat Tuhan.

Ya, tidak selamanya kesepian adalah hal yang bersifat negatif. Di balik setiap kesepian yang Tuhan izinkan terjadi di hidup kita, Tuhan punya maksud dan rencana yang baik. Gunakan setiap kesepian kita untuk datang pada Tuhan. Entah itu secara pribadi dengan Tuhan di rumah maupun ke pondok Daud. Jangan lari kepada yang lain. Maka kita pasti akan dengan sangat mudah bertemu dengan Tuhan, seperti fajar dan hujan pada akhir musim. Kita akan menemukan bahwa kesepian adalah momen terbaik untuk kita membangun keintiman dengan Tuhan. Kita dapat benar-banar merasakan hanya Tuhanlah yang bisa menjadi sahabat sejati yang paling mengerti isi hati kita. Pribadi yang paling mengenal isi hati kita dan sanggup memberikan mujizat kesembuhan batin yang kita butuhkan.

RENUNGAN
KESEPIAN adalah MOMEN TERBAIK untuk MEMBANGUN KEINTIMAN dengan Tuhan.

APLIKASI
1. Mengapa kesepian menjadi momen terbaik untuk Anda dapat membangun keintiman dengan Tuhan?
2. Menurut Anda, adakah dampak positif dari setiap kesepian yang terjadi di hidup Anda? Jika ada, coba ceritakan?
3. Bagaimana caranya agar setiap kesepian yang Anda alami tidak membuat Anda terpuruk dan semakin terluka, tetapi justru mendapatkan mujizat kesembuhan bagi batin Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih atas hadirat-Mu yang selalu memberikan kedamaian dan kelegaan di hati kami. Ajar kami, ya Roh Kudus, dan ingatkan kami untuk selalu mencari dan datang pada Tuhan dalam kesepian kami. Agar kami boleh berjumpa dengan-Mu dan menerima mujizat kesembuhan batin. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.