Momen Untuk Mujizat Selamatkan Jiwa

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Lukas 5:1-11

RHEMA HARI INI
Lukas 5:10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.”

Hudi dibesarkan dalam keluarga yang tidak mengenal Yesus. Bahkan kedua orangtuanya bukan orang baik-baik. Bagaimana tidak, ayah Hudi sudah lama dipenjara karena pernah membunuh orang. Ibunya yang harus mencukupi kebutuhannya beserta keempat anaknya, akhirnya menjajakan diri sebagai wanita sundal. Namun, karena ajakan tetangganya, Hudi dapat mengenal Yesus dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Ia pun ingin menyelamatkan seisi keluarganya. Bertahun-tahun ia mendoakan kedua orangtua dan ketiga kakaknya, tetapi tidak ada satu pun tanda-tanda yang terjadi. Keluarga mereka masih hidup dalam lumpur dosa. Meski demikian, Hudi tetap yakin dan percaya bahwa jika satu orang diselamatkan, maka seisi rumahnya pun akan diselamatkan (Kis. 16:31). Jadi ia tak pernah berhenti mendoakan dan senantiasa mengajak mereka ke gereja, walau penolakan yang selalu ia dapat.

Hari ketika ayahnya dibebaskan akan segera tiba. Saat sedang berdoa, tiba-tiba Hudi rindu sekali bisa mengajak seluruh keluarganya ke gereja setelah menjemput sang ayah. Ia terus-menerus membawa kerinduannya dalam doa. Hari yang dinanti-nantikan pun tiba. Saat mereka sekeluarga sudah berkumpul lengkap kembali, Hudi mengutarakan niatnya untuk mengajak mereka mampir beribadah ke gereja dulu sebelum pulang. ‘Just like that’, hanya seperti itu saja, tiba-tiba mereka semua menyetujui ajakan Hudi. Hari itu, Tuhan sungguh-sungguh menjamah hati mereka sehingga setiap mereka akhirnya mau menerima Tuhan sebagai Juruselamat mereka.

Berapa banyak dari kita yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun berdoa dan juga berusaha membawa orang yang kita kasihi untuk datang kepada Yesus, tetapi mereka tetap saja bergeming? Meski demikian, tetaplah taat dan setia melakukan bagian kita. Sama seperti Simon yang sekalipun sudah semalam-malaman menebarkan jala dan tidak jua mendapat apa-apa, tetapi ketika Tuhan memerintahkannya dan ia taat, mujizat tuaian besar terjadi begitu saja. Karena ini adalah saatnya kegerakan Tuhan untuk mujizat selamatkan jiwa terjadi.

RENUNGAN
SEKARANGLAH SAATNYA arus kegerakan Tuhan untuk MUJIZAT SELAMATKAN JIWA terjadi.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda bergerak untuk menyelamatkan jiwa?
2. Menurut Anda, mengapa kita tidak boleh menyerah dan harus terus berjuang untuk menyelamatkan jiwa?
3. Apakah komitmen yang bisa Anda buat dapat menyelamatkan orang-orang yang Anda kasihi? Tuliskanlah nama-nama mereka dan doakan setiap hari!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami percaya bahwa ini adalah waktunya kegerakan selamatkan jiwa tiba. Kami mau turut serta ambil bagian dan berjuang untuk memberitakan nama-Mu kepada orang-orang di sekitar kami yang belum menerima-Mu sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka. Karena kami tahu ketika kami melakukan bagian kami, maka mujizat keselamatan itu pasti boleh terjadi. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.