Momentum Untuk Menjangkau Jiwa

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Lukas 5:1-10

RHEMA HARI INI
Lukas 5:4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”

Sudah lebih dari 20 tahun Yanto hidup sebagai nelayan di perairan Natuna Riau. Ia harus berpindah-pindah tempat jika sedang sepi ikan, dan hal ini cukup memakan waktu, tenaga dan biaya. Sebelum berangkat melaut kebiasaan Yanto dan para nelayan setempat adalah melihat ke arah gunung Ranai. Kalau hari cerah ada banyak awan di sekitar gunung, tandanya mereka bisa melaut. Jika tidak ada awan, artinya angin kencang, mereka memutuskan tidak melaut.

Sekarang Yanto dan nelayan-nelayan lain tidak lagi melihat gunung tapi melihat ponsel. Aplikasi terbaru yang dikembangkan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan memungkinkan para nelayan memperoleh data arah angin, tinggi gelombang, kekuatan dan kecepatan angin untuk memprediksi kapan mereka aman untuk melaut. Peta sebaran ikan untuk melihat lokasi yang berpotensi mendapat tangkapan terbanyak, membuat para nelayan lebih efektif dalam bekerja. Bahkan sebelum sampai ke darat para nelayan sudah bisa melaporkan hasil tangkapan termasuk jenis dan bobot ikan kepada calon pembeli. Hal ini tentu sangat berpengaruh pada produktivitas para nelayan.

Tehnologi membantu para nelayan mencari ikan di saat dan tempat yang tepat. Bergerak dalam momentum yang tepat membuat mereka bisa melaut dengan aman dan mendapat hasil terbaik. Begitu pun dengan menjala jiwa-jiwa. Kalau kita bisa tahu momentum yang tepat, akan ada angin anugrah yang membantu kita. Petrus tahu momentum itu datang ketika Yesus berkata bertolaklah, lemparkan jalamu! Sekarang saatnya! Pergi segera kesana, jangan tunda! Ini juga saatnya bagi kita, momentum yang dari Tuhan datang. Sekaranglah kairos untuk menjala jiwa-jiwa sebanyak mungkin, sebab Tuhan sedang bergerak membantu kita. Gunakan semua potensi dan perlengkapan yang ada pada kita untuk mulai menjala jiwa dan lihatlah kuasa Tuhan bekerja di musim berbuah lebat ini. (PF)

RENUNGAN
Pada momentum yang TEPAT, ANGIN ANUGERAH akan membantu kita untuk MENJALA JIWA-JIWA.

APLIKASI
1. Melalui kesaksian-kesaksian yang telah kita dengar, percayakah Anda saat ini adalah momentum dari Tuhan?
2. Adakah nama-nama yang Tuhan taruh dalam hati Anda untuk menerima keselamatan?
3. Sudahkah Anda mencoba mengabarkan keselamatan pada mereka pada momentum kali ini?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami rasakan hadirat-Mu nyata saat ini ditengah-tengah kami. Engkau turut bekerja membuka pintu-pintu hati bagi kami. Hembusan kuat angin anugrah-Mu membuat yang dulunya tidak mungkin menjadi mungkin. Terima kasih Tuhan, kiranya Kau dapati kami berbuah lebat dengan jiwa-jiwa yang diselamatkan. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.