Momentum Untuk Menjangkau Jiwa

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Pengkotbah 3:1-15

RHEMA HARI INI
Pengkotbah 3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Beberapa jenis buah, seperti Kelengkeng, Rambutan, Nangka, Mangga, Kedondong, dan Durian, berbuah secara alamiah hanya di musim tertentu. Meskipun seiring kemajuan teknologi, buah-buah tersebut bisa ditemukan sepanjang tahun, tetapi jumlahnya tidak sebanyak pada musim alamiahnya. Siklus musim berbuah ini dimanfaatkan para pedagang buah musiman. Selain karena lebih gampang menemukan buah sesuai musim, peminat buah musiman juga banyak. Bapak Sagi, seorang penjual buah musiman di Jalan Colombo, Yogyakarta, mengaku sudah lebih dari sepuluh tahun memanfaatkan momentum musim buah untuk berjualan. Bagi dia, usaha buah musiman sangatlah menguntungkan.

Musim Mangga berakhir digantikan Kedondong. Musim buah yang satu akan diganti dengan musim buah yang lain. Misalnya buah jambu biji yang berbuah lebat di bulan Februari dan Maret. Itulah bulan momentum bagi penjual buah musiman untuk mendapatkan buah Jambu Biji sebanyak-banyaknya. Seperti itulah Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Lalu kapankah waktu Tuhan itu? Jawabannya adalah setiap waktu, sebab waktu tidak pernah berhenti. Dalam setiap perjalanan waktu selalu ada banyak hal istimewa. Segala sesuatu ada masanya. Semuanya datang pergi, sambung-menyambung silih berganti.

Gereja kita sudah menerima rhema luar biasa dari Tuhan untuk menyelamatkan banyak jiwa. Saat rhema Tuhan diberikan, sesungguhnya pintu pun sudah terbuka lebar. Ketika rhema kita terima, tidak ada lagi kemustahilan. Sadarkah Anda bahwa tanda-tanda datangnya musim berbuah lebat di gereja kita sudah sangat jelas terlihat. Tsunami mujizat spektakuler terjadi di tengah kita. Semakin banyak orang datang. Pasien-pasien rumah sakit datang. Keluarga yang di ambang perceraian datang. Orang-orang yang terlilit hutang datang. Orang yang butuh mujizat datang. Mereka datang dari Barat, Timur, Utara, dan Selatan. Dari berbagai daerah dan berbagai kalangan datang berbondong-bondong untuk bertemu Tuhan di gereja kita. Inilah saatnya! Inilah momentumnya! Segeralah bergerak untuk semakin banyak menjangkau jiwa-jiwa di momen mujizat selamatkan jiwa ini!

RENUNGAN
MANFAATKAN musim berbuah lebat sebagai MOMENTUM dari Tuhan.

APLIKASI
1. Apa sajakah yang sudah Anda persiapkan untuk menyambut musim berbuah lebat tuaian jiwa-jiwa?
2. Mengapa Anda perlu ikut memanfaatkan musim berbuah lebat dari Tuhan ini?
3. Bagaimana Anda dapat memanfaatkan musim berbuah lebat ini?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami bersyukur karena Engkau berkenan memakai kami sebagai penjala jiwa-jiwa. Kami percaya bahwa sekarang inilah momentum musim menuai jiwa-jiwa. Kami mohon perlengkapilah kami dengan kekuatan dan kuasa dari Roh-Mu yang Kudus, supaya kami dapat menjangkau jiwa yang luar biasa banyaknya. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.