Mujizat Bukan Lagi Langka

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 40:1-18

RHEMA HARI INI
Mazmur 40:6 Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya TUHAN, Allahku, perbuatan-Mu yang ajaib dan maksud-Mu untuk kami. Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Engkau! Aku mau memberitakan dan mengatakannya, tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung.

Ibu Titik gemar sekali makan sayuran. Sayur bayam, sayur kemangi, sayur kacang panjang, sayur sawi hijau, dan berbagai macam sayuran yang lain, tidak ada yang tidak ia sukai. Tetapi sayangnya, jarak pasar dengan rumahnya sangat jauh, sehingga ia jarang bisa menikmati sayuran yang ia sukai. Namun suatu kali ia menemukan petunjuk cara berbudi daya sayuran sendiri di rumah, lalu mulailah ia belajar untuk menanam sayuran sendiri. Dengan tekun ia merawat sayuran yang ditanamnya, sampai sayuran itu bertumbuh dengan baik dan siap untuk dikonsumsi. Sejak itu, setiap kali Ibu Titik ingin makan sayuran, ia tinggal memetik di kebunnya sendiri sehingga Ibu Titik bisa makan sayuran setiap hari.

Seperti sayuran yang dulunya merupakan barang langka dalam kehidupan keseharian Ibu Titik, lalu menjadi makanan sehari-hari ketika ia bertindak untuk menanamnya sendiri, demikian jugalah yang akan terjadi dalam hidup kita. Kalau dulunya mujizat merupakan ‘barang langka’ bagi kita, tetapi di tahun 2019 ini saat kita berjalan dalam rhema Tuhan dan bertindak dengan kuasa Tuhan, maka mujizat akan menjadi ‘makanan sehari-hari’ dalam hidup kita. Hidup kita akan dipenuhi dengan mujizat Tuhan, bukan lagi jarang, tetapi sering!

Saat itulah kita bisa berkata kepada Tuhan, “Banyaklah yang Engkau lakukan ya Tuhan! Perbuatan-MU sungguh ajaib! Kami mau menghitung tetapi terlalu besar jumlahnya!” Itu terjadi karena mujizat demi mujizat datang secara bertubi-tubi dalam hidup kita. Bukan lagi karena kita didoakan oleh hamba Tuhan, tetapi kita sendiri bisa mengerjakan mujizat itu dalam hidup kita. Bahkan, lebih lagi, kita bisa mengerjakan mujizat bagi kehidupan orang lain di sekeliling kita. Kuncinya adalah terus melekat pada Tuhan, percaya firman Tuhan dan berani bertindak dengan kuasa Tuhan. Maka kita bisa dipakai Tuhan mengerjakan mujizat-Nya dalam hidup kita.

RENUNGAN
Tahun 2019 ini, mujizat bukan lagi sesuatu yang LANGKA, tetapi hidup kita akan begitu DEKAT DENGAN MUJIZAT dan DIBANJIRI MUJIZAT.

APLIKASI
1. Seberapa sering Anda mengalami mujizat?
2. Bagaimana mujizat itu bisa terjadi dalam hidup Anda?
3. Apa komitmen yang akan Anda buat supaya Anda sendiri bisa mengerjakan mujizat dalam hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Terimakasih Tuhan sebab Engkau memberikan kuasa kepada kami untuk mengerjakan mujizat, sehingga mujizat bukan lagi menjadi sesuatu yang langka atau jarang terjadi dalam hidup kami, tetapi setiap hari kami berjalan di dalam mujizat-MU. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.