Mujizat Keluarga Melalui Perkataan Profetik

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yosua 10:1-43

RHEMA HARI INI
Yosua 10:12-13a Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: “Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!” Maka berhentilah matahari dan bulan pun tidak bergerak,

“Cengkokmu kurang! Nadamu kurang pas! Suaramu bisa lebih tinggi sedikit lagi nggak sih?!” Itulah perkataan-perkataan yang sering terdengar di rumah tangga Bang Toyib dan Zubaedah. Keduanya sama-sama seniman. Bang Toyib pemain musiknya dan Zubaedah penyanyinya. Rupanya Bang Toyib begitu menuntut kesempurnaan dari Zubaedah sehingga setiap hari kritikan demi kritikan terus menerpa dalam hidup Zubaedah. Sampai di suatu titik, Zubaedah berhenti menyanyi karena marah akibat dikritik terus dan ia takut sekali melakukan kesalahan di hadapan suaminya.

Waktu berlalu, singkat cerita, Bang Toyib mengalami kecelakaan kapal laut yang merenggut nyawanya. Zubaedahpun menjanda sampai beberapa tahun lamanya. Hingga suatu hari ia bertemu dengan Parjan, seorang tukang kayu. Mereka berdua jatuh cinta dan akhirnya menikah. Dalam kebahagiaan, Zubaedah kembali menyanyi, meskipun hanya bersenandung biasa di kamar mandi. Tetapi reaksi Parjan sangat mengejutkan, ribuan pujian bertubi-tubi diberikan Parjan kepadanya. “Duh dek, suaramu merdu sekali. Selama ini telingaku bosan mendengar suara gergaji, tapi sejak aku mendengar suara nyanyianmu, telinga dan hatiku terasa sejuk sekali…” Pujian Parjan itu membuat Zubaedah semakin bersemangat menyanyi. Hingga akhirnya seorang produser rekaman merekrutnya sehingga Zubaedah bisa membuat album dan menjadi seorang penyanyi terkenal. Prestasi Zubaedah ini terjadi bukan saat ia bersuamikan seorang seniman yang selalu mengkritiknya, tetapi terjadi saat ia bersuamikan orang awam yang selalu memujinya.

Apa yang terus Anda perkatakan di dalam keluarga Anda? Kritikan? Celaan? Atau pujian, dorongan semangat, dan penguatan? Sadarilah bahwa perkataan kita sangat menentukan keadaan di keluarga kita. Kalau perkataan kita banyak negatifnya, maka keluarga kita akan menjadi keluarga yang lemah dan tidak bahagia. Tetapi kalau perkataan kita banyak positifnya, maka keluarga kita akan penuh sukacita dan berkat Tuhan. Hari ini, ambilah komitmen untuk memperkatakan perkataan profetik yang berkuasa untuk menciptakan mujizat dalam keluarga Anda, maka Anda akan mengalami anugerah yang sangat besar dari Tuhan.

RENUNGAN
Deklarasikan PERKATAAN PROFETIK untuk pernikahan dan keluarga, maka MUJIZAT pasti SUNGGUH-SUNGGUH TERJADI.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda memperkatakan perkataan profetik atas keluargamu? Mengapa?
2. Menurut Anda, mengapa Tuhan ingin kita mengucapkan perkataan profetik pada keluarga Anda?
3. Perkataan profetik apa yang dapat Anda perkatakan untuk mendatangkan mujizat pemulihan dalam keluarga Anda? Tuliskanlah!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, ampuni kami kalau kami selama ini salah dalam berkata-kata. Kami mau berubah dan berkomitmen untuk mengucapkan berkat serta perkataan-perkataan profetik yang membangun pada keluarga kami. Dan kami percaya, mujizat pemulihan keluarga pasti terjadi. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.