Musim Dingin Kehidupan

Berninabahn_zwischen_Lagalb_und_Ospizio_Bernina_im_WinterRHEMA HARI INI
Yakobus 1:2-4   Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.

Musim dingin adalah adalah sebuah musim di mana semua tanah pertanian, sungai, danau beku dan tertutup oleh salju karena udara begitu dingin. Akibatnya hampir semua aktivitas pekerjaan tertunda selama musim dingin. Demikian juga musim dingin dalam kehidupan kita. Saat kita sedang berada dalam musim dingin kehidupan, perjuangan kita seolah-olah menjadi ‘beku’ dan ‘tertutup oleh salju’ kesulitan. Impian-impian yang ingin kita raih harus tertunda oleh banyak hal dan kesulitan-kesulitan yang menghadang. Inilah saatnya kita belajar menanti dengan sabar, karena segala sesuatu ada waktunya.

“Kesusahan datang, tidak seperti mata-mata yang datang satu persatu, tetapi seperti satu batalyon pasukan,” kata Shakespeare dalam Hamlet. Kita semua juga telah mengalami hal ini. Kesulitan memang sering datang pada waktu yang bersamaan. Untuk beberapa lama semuanya berjalan dengan baik, lalu tiba-tiba seluruh dunia runtuh di sekitar kita. Tak seorangpun bisa mengerti mengapa kesulitan datang bertubi-tubi. Banyak orang yang telah berusaha menjelaskan hukum beruntun yang aneh ini, tetapi setelah semuanya diuraikan, kita tetap menghadapi misteri kehidupan yang penuh kesulitan ini. Tetapi Allah yang tidak pernah menjauh dari kita bukanlah misteri, betapapun banyaknya masalah yang kita hadapi. Seperti dikatakan oleh Ralph Waldo Emerson: “Masa-masa sulit memiliki nilai ilmiah. Itulah kesempatan yang tak akan dilewatkan oleh mereka yang rajin belajar.” Tetapi sayangnya sebagian besar dari kita bukanlah orang yang “rajin” belajar. Kita lebih memilih kehidupan yang santai dibandingkan menguasai pelajaran yang terdapat dalam hidup yang penuh kesulitan. Tetapi suatu kebenaran yang harus kita pelajari adalah bahwa di masa sulit dan penuh tekanan, kita sampai pada suatu kesadaran yang baru dan jelas tentang sabar menantikan Tuhan dan kebergantungan kita pada Allah. Ketika semuanya berjalan lancar, kita percaya pada kemampuan diri sendiri untuk mengurus hidup kita. Kita merasa mampu menangani semuanya sendiri. Tetapi ketika kesulitan mendesak kita dan mengepung setiap sudut maka rasa percaya diri kita luntur. Kita diingatkan dengan cara yang dramatis tentang ketidakberdayaan kita, lalu kita berteriak memohon pertolongan kepada Tuhan. Pada saat-saat seperti inilah kita mulai sadar bahwa kita tidak sekuat perkiraan kita semula dalam mengatasinya. Kesadaran baru ini sangatlah berharga. Kesadaran ini menghasilkan kerendahan hati yang mendorong kita untuk menaikkan tangan dalam doa kepada Tuhan. Kita belajar arti ketergantungan pada Allah bukan dalam jalan yang penuh kesenangan, namun dalam jalan yang penuh kesulitan.

RENUNGAN
Jika Anda sedang menghadapi ‘musim dingin’ dalam hidup Anda, ingatlah bahwa musim dingin adalah saat belajar menanti dengan sabar.

APLIKASI
1. Kesulitan atau masalah-masalah apa yang sedang Anda hadapi saat ini?
2. Bagaimana masalah Anda membuat Anda belajar menantikan Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa yang baik, di tengah musim dingin kehidupanku ini ajarkanlah aku untuk belajar menanti-nantikan Engkau dengan sabar. Tolonglah aku untuk menyerahkan diriku kepadaMU dan mulai belajar dengan cara yang baru bagaimana harus bergantung kepadaMU. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.