Musuh Besar Iman Yang Kedua

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Matius 14:22-33

RHEMA HARI INI
Matius 14:30-31 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!” Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”

Saat mendengar begitu banyak kesaksian jemaat yang menerima mujizat keuangan, hati Lukas bergetar. Ia juga sudah melakukan apa yang mereka lakukan, tetapi tidak ada sesuatu yang luar biasa terjadi. Hidupnya masih biasa-biasa saja, malah cenderung pas-pasan sekali. Keraguan mulai merayapi hati Lukas. Imannya pun goyah. Apa sebaiknya ia baru mulai persepuluhan dan janji iman setelah hidupnya mapan nanti? Toh Tuhan sangat kaya, apa artinya persembahan darinya yang sangat tidak seberapa. Keraguan ini begitu mengganggu Lukas, sampai akhirnya ia berseru-seru pada Tuhan dalam doanya.

Tuhan pun ingatkan Lukas akan tujuannya semula. Awalnya Lukas begitu bersemangat ingin mempersembahkan sesuatu untuk pekerjaan Tuhan. Lukas merasa sangat bersalah. Ia menyadari, mau ia memberi atau tidak, ia tetap saja berkekurangan. Kalau seperti itu, lebih baik ia memberi karena kasihnya kepada Tuhan. Bukan karena mengharap berkat besar sebagai balasan. Ia segera meminta ampun dan seketika mengalami ledakan iman dalam hatinya. Keraguannya hilang. Lukas yakin jalan Tuhan bukanlah jalan manusia, hukum Tuhan berbeda dengan hukum manusia, dan ia berbahagia bila dapat taat dalam segala keadaan.

Setiap kita pasti pernah mengalami keraguan saat melihat kenyataan yang sedang terjadi. Lalu kita mulai mempertanyakan Tuhan. Sama seperti Petrus yang awalnya imannya begitu radikal dan mengebu-gebu, tetapi saat merasakan tiupan angin badai, ia mulai takut. Keraguan akhirnya membuat Petrus tenggelam di air yang dingin. Ya, jangan main-main dengan keraguan, sebab keraguan adalah musuh besar iman. Keraguan punya dampak instan untuk menghancurkan iman kita dalam sekejap mata. Keraguan dan kebimbangan adalah pencuri berkat dan mujizat besar dalam hidup kita. Fokus pada Tuhan, yakin dan jangan bimbang bahwa firman-Nya sudah pasti benar. Dengan demikian, keraguan tidak akan mendapat tempat dalam hati kita. Belajarlah dari Petrus yang saat kebimbangan datang, ia berteriak sekuat tenaga minta tolong pada Tuhan. Tuhan akan segera datang menolong untuk menaklukkan musuh iman kita. (PF)

RENUNGAN
Selain hati yang keras, KERAGUAN adalah MUSUH BESAR IMAN.

APLIKASI
1. Apakah Anda pernah mengalami keraguan dalam mengikut Tuhan? Soal apakah itu?
2. Apa yang membuat Anda mengalami kebimbangan?
3. Apa yang harus Anda lakukan untuk menjaga iman Anda tetap menyala dan tidak goyah?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, ampuni kami jika kami sempat meragukan Engkau. Ampuni iman kami yang sempat tergoncang. Tuhan, kami mau percaya penuh pada-Mu, firman-Mu ya dan amin. Lebih benar dari apa pun di dunia ini. Kami mau belajar taat dan tidak meragukan Engkau apa pun yang terjadi dalam hidup kami. Sebab kami tahu Engkau begitu mengasihi kami dan ingin memberi kemenangan pada kami. Terima kasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”