Musuh Terbesar Bagi Iman

Renungan Keluarga Allah
Rabu, 14 Desember 2016

BACAAN HARI INI

Yosua 1:1-18

RHEMA HARI INI

Yosua 1:9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”

Beban berat sebagai seorang pemimpin yang baru ada di pundak Yosua. Ketika Musa mati, Yosualah yang ditunjuk Tuhan untuk menjadi penggantinya. Secara manusia, mungkin ia akan bergumul untuk menjadi pemimpin bangsa yang besar seperti Israel. Bagaimana harus memberikan komando, bagaimana harus menjadi teladan, dan bagaimana harus mengambil keputusan yang benar sesuai dengan kehendak Tuhan. Bahkan, mungkin Yosua ragu bahwa ia mampu membawa bangsa yang besar itu masuk ke dalam tanah perjanjian. Bagaimanapun, ia telah menyaksikan bagaimana Musa mengusahakan hal tersebut sepanjang hidupnya. Namun, Tuhan berfirman bahwa Dia akan menolong Yosua seperti Dia menolong Musa. Tuhan mengerti bagaimana selama masa kepemimpinan Musa, Yosua dan seluruh bangsa Israel telah lama menantikan penggenapan janji-Nya. Dia memahami bahwa rentang waktu yang panjang dapat menimbun rasa keputusasaan dan keraguan.

Dalam bacaan hari ini, perhatikanlah bagaimana selain mengingatkan Yosua supaya betindak sesuai dengan seluruh hukum yang sudah Tuhan berikan melalui Musa, Tuhan juga berulang-ulang mengingatkannya agar terus menguatkan dan meneguhkan hatinya (ay.6,7,9). Kemudian Yosua pun terteguhkan. Meski tugas berat itu ada di pundaknya, ia terus berjalan dalam iman. Ia memimpin bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan dan kemudian berhasil menduduki tanah Kanaan.

Ketika kita memperjuangkan visi dan impian dalam hidup kita, seringkali kita akan bertemu dengan berbagai hambatan. Meski kita sudah melakukan yang terbaik, yang namanya masalah, cobaan, atau stagnasi akan selalu ada. Rasanya semua terlihat gelap dan pengharapan kita pun memudar. Ketika kita mengalami semua ini, godaan untuk menyerah akan terasa kuat menyerang. Namun, teruslah memegang teguh iman kita. Tetaplah percaya bahwa Tuhan akan bertindak dan sanggup membalikkan keadaan kita. Jangan biarkan keputusasaan menghentikan langkah kita. Bangkitlah, dan Tuhan akan memberikan kekuatan baru untuk bertahan sampai akhir. Sampai terobosan itu kita terima.

RENUNGAN

KEPUTUSASAAN merupakan salah satu MUSUH TERBESAR BAGI IMAN kita untuk dapat bertahan sampai akhir

APLIKASI

  1. Adakah sesuatu yang sudah lama Anda perjuangkan tetapi tidak juga terwujud? Bagaimana perasaan Anda?
  2. Apa yang biasanya terjadi ketika Anda merasa putus asa?
  3. Menurut Anda, apakah yang Tuhan ingin agar Anda lakukan ketika Anda sedang putus asa?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan, kami selalu mebutuhkan Engkau lebih dari apa pun dalam hidup kami. Kami percaya Engkaulah pembela kami dalam menghadapi segala permasalahan kami. Biarlah iman kami selalu diteguhkan di dalam-Mu, agar kami pun dapat terus melangkah bersama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN

2 Samuel 10
1 Tawarikh 19
Mazmur 20