Musuh Terbesar Ketaatan

Renungan Keluarga Allah
Minggu, 28 Agustus 2016

BACAAN HARI INI

Yohanes 19:28-30

RHEMA HARI INI

Yohanes 19:30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

Suatu kali Saul menerima perintah dari Tuhan untuk menyerang Amalek dan membinasakan semuanya tanpa terkecuali. Saul melakukan itu. Semua ternak dan orang Amalek dibunuhnya, kecuali satu orang, yaitu Raja Agag dan domba-domba gemuk pilihan juga disisakan dengan alasan hendak dipersembahkan kepada Tuhan. Ketika Tuhan melihat hal itu, apakah Tuhan disenangkan dengan persembahan Saul yang berupa domba dan lembu terbaik yang berasal dari bangsa Amalek itu? Tentu saja tidak. Akibatnya, Tuhan menolak Saul menjadi raja dan memberikan jabatan itu kepada orang lain. Saul hanya menyelamatkan satu orang saja dibanding ribuan orang Amalek yang sudah dibunuhnya. Apakah hal itu menunjukkan ketidakadilan Tuhan? Mari kita lihat kisah lain berikut ini …

Yehu, seorang yang luar biasa yang dikirim Tuhan untuk membasmi keluarga Ahab dan Isebel. Yehu taat melakukan semua yang diperintahkan Tuhan kepadanya bahkan Tuhan sendiri sempat memuji Yehu atas keberhasilannya itu. Namun sebuah masalah muncul saat Yehu ‘sedikit saja’ berkompromi dengan perintah Tuhan. Dia meninggalkan beberapa berhala utuh ditengah-tengah bangsa Israel. Dan itu tidak berkenan dihadapan Allah karena hal itulah yang pada akhirnya mendatangkan penyembahan berhala kembali kepada bangsa Israel.

Apakah artinya ‘dosa kecil’ dibandingkan dengan hal besar yang terlihat spektakuler yang sudah dilakukan Saul saat membinasakan semua orang Amalek itu? Apalah artinya sedikit kompromi jika dibandingkan keberhasilan Yehu menumpas keluarga Ahab? Namun justru disitulah masalahnya! Ketaatan yang seperti itu takkan pernah berkenan di hadapan Tuhan, sebab itu sama dengan ketidaktaatan. Jangan pernah berfkir Tuhan akan terpesona dengan keperkasaan Saul, atau keberhasilan Yehu. Tuhan tidak kenal istilah kompromi. Tuhan menginginkan ketaatan yang total.

Ketika ada seorang anak Tuhan yang memberikan persembahan yang sangat banyak, atau memberikan pelayanan yang spektakuler dan penuh mujizat, tapi sementara di sisi lain masih menyimpan dosa di dalam hati, atau masih menyimpan masalah yang enggan untuk diselesaikan dengan oang lain, apakah Tuhan akan berkenan atas semua yang sudah dilakukannya? Jawabannya adalah ‘Tidak’. Karena bagi Tuhan, kompromi terhadap satu saja perintah-Nya itu sama saja dengan tidak taat. Hal itu juga berlaku bagi Anda. Sangat keliru kalau Anda berfikir bahwa Tuhan akan mengangguk senang atas jerih lelah Anda dalam segala sesuatu yang Anda lakukan namun masih menyisakan sedikit hal untuk dikompromikan. Karena itu, taatilah secara total, tinggalkanlah ‘kompromi’ Anda dan perkenanan Tuhan akan datang atas hidup Anda!

RENUNGAN

Musuh terbesar dari ketaatan bukanlah ketidaktaatan, tapi KETAATAN SETENGAH-SETENGAH.

APLIKASI

  1. Adakah di dalam hati Anda yang selama ini masih menjadi area kompromi dengan dosa? Tuliskan komitmen Anda untuk mulai meninggalkan hal itu!
  2. Hal apa yang paling merhema bagi Anda melalui firman Tuhan hari ini? Catat dan bagikan kepada minimal 1 orang supaya Anda juga mendapatkan kekuatan dari Tuhan untuk terus bertumbuh dalam ketaatan total tanpa kompromi!

DOA UNTUK HARI INI

Tuhan, ampuni aku jika selama ini ternyata aku masih terhitung sebagai anak-Mu yang tidak taat. Masih ada hal-hal yang aku kompromikan dengan dosa. Tolonglah aku, Tuhan supaya aku terus melangkah dalam ketaatan sepenuhnya sehingga nama-Mu makin dipermuliakan dalam hidupku. Di dalam nama Tuhan Yesus, Amin!

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Kejadian 32-34