Naik Ke Atas Gunung Doa

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Matius 17:1-21

RHEMA HARI INI
Matius 17:1 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.

Sedia payung sebelum hujan, sebuah kata pepatah yang tentunya tak asing bagi kita. Artinya mengantisipasi atau berjaga-jaga sebelum masalah terjadi. Kita bersyukur atas setiap hari yang baru, kita masih diberi nafas, kesempatan, dan harapan yang baru. Di lain sisi, setiap hari baru berarti juga ada tantangan atau masalah baru. Kita tak pernah tahu apa yang akan kita hadapi hari ini. Karena itu kita harus menyiapkan diri untuk menghadapi keduanya, baik berkat maupun tantangan.

Tuhan Yesus sendiri memberikan teladan dengan mengajak tiga orang murid-Nya naik ke puncak gunung yang tinggi untuk berdoa. Tidak ada orang lain di sana kecuali mereka berempat. Di hadapan ketiga murid itulah, Yesus berubah rupa. Kemuliaan sorgawi tercurah dari atas membuat wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang (ay.2). Di atas gunung yang tinggi itulah, Yesus menerima pengurapan baru dari Roh Kudus. Kemudian, baru sesaat Yesus turun dari gunung, Dia diminta untuk menyembuhkan seorang anak yang kerasukan dan sakit ayan.

Melalui peristiwa ini, Tuhan sedang mengajari kita untuk mempersiapkan diri, sebab di bawah gunung, masalah sudah menanti. Ya, masalah dalam hidup kita memang banyak, itu sebabnya kita perlu naik ke atas gunung doa kita dan menerima kekuatan Allah. Supaya ketika kita turun, kita bisa menghadapi semua tantangan hidup dan meraih kemenangan. Awali hari dengan berdoa dan bersaat teduh. Masuk dalam keintiman dengan Roh Kudus. Ketika kita mulai menjalin persekutuan yang intim, manusia rohani kita diaktivasikan. Iman yang letih lesu dikuatkan. Pengharapan yang tertidur dibangunkan Kuasa Roh Kudus tercurah dan membakar kembali api yang telah meredup. Supaya kita tidak tertidur di akhir zaman ini, mari kita ambil waktu lebih banyak, lebih disiplin, dan lebih konsisten untuk membangun hubungan dengan Tuhan, maka kuasa Roh Kudus akan dinyatakan secara luar biasa melalui kehidupan kita. (PF)

RENUNGAN
Kita perlu NAIK ke atas GUNUNG DOA dan terima KEKUATAN ALLAH supaya kita bisa turun MENGHADAPI dan MENANG atas semua tantangan hidup.

APLIKASI
1. Bagaimana cara Anda memulai hari? Dengan persiapan atau berjalan secara spontan?
2. Perbedaan apa yang Anda rasakan bila Anda mengawali hari dengan bersaat teduh?
3. Bagaimana cara Anda melatih diri untuk disiplin dalam jam doa?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami bersyukur atas hari baru yang Kau berikan pada kami. Kesempatan bagi kami untuk memperbaharui segala sesuatu yang belum berkenan bagi-Mu dalam hidup kami dan kesempatan untuk melakukan pekerjaan untuk kerajaan-Mu. Biarlah Roh Kudus-Mu berkuasa atas kami, membimbing langkah-langkah kami pada hari ini agar apa pun yang kami hadapi hari ini dapat diselesaikan sesuai dengan rencana-Mu. Terima kasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.