Nantikan Instruksi Tuhan Apapun Kondisinya

BACAAN HARI INI
Mazmur 103:1-22

RHEMA HARI INI
Mazmur 103:3-4 Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,

Saat itu keadaan Israel dibawah pimpinan Saul sangat terdesak. Di depan mereka ada 3000 kereta perang bangsa Filistin, 6000 pasukan berkuda dan pasukan berjalan kaki sebanyak pasir di laut yang siap menyerang. Sebagian orang Israel sudah lari bersembunyi, sementara Saul masih menanti kedatangan Samuel untuk mempersembahkan korban bakaran. Setelah Saul menunggu 7 hari seperti yang diminta oleh Samuel, ternyata Samuel tidak kunjung datang. Saat itulah Saul mulai memakai akal logika dan perhitungan manusianya. Ia melihat bagaimana rakyatnya gemetar dan musuh sudah sangat mendesak. Sehingga ia memberanikan diri mempersembahkan korban bakaran di hadapan Tuhan. Suatu tanggung jawab yang bukan menjadi bagiannya dan tidak boleh dilakukan. Itulah kesalahannya yang pertama, Saul tidak menunggu instruksi Tuhan, tetapi bertindak menurut apa yang ia pikir benar. Kesalahan kedua Saul adalah ia justru membela diri dan membenarkan tindakannya ketika Samuel menegurnya. Disitu Tuhan tidak berkenan dan mulai memalingkan wajah-Nya dari Saul.

Jika kita renungkan, apa yang dilakukan Saul ketika kondisinya terdesak, terlihat sangat manusiawi. Bagaimana tidak, di hadapannya ribuan tentara Filistin siap menyerang sementara tentaranya sendiri sudah mulai kocar-kacir. Membuat Saul berpikir, ia butuh untuk segera mengambil tindakan. Tapi ternyata hal itu salah di hadapan Tuhan. SAUL SEHARUSNYA TETAP MENANTI-NANTIKAN INSTRUKSI TUHAN APAPUN KONDISINYA. Karena tanpa instruksi Tuhan, peperangan yang ia lakukan sesungguhnya bukan lagi peperangan milik Tuhan, tetapi peperangannya sendiri.

Mungkin kita juga pernah diperhadapkan dengan hal yang sama. Kondisi sudah sangat mendesak dimana kita harus cepat bertindak dan mengambil keputusan. Tapi lewat apa yang dialami Saul dan bagaimana ia kehilangan perkenanan Tuhan, kita belajar dalam segala kondisi tetaplah menanti-nantikan Tuhan. Jangan melangkah jika Tuhan tidak memberikan instruksi. Namun jika kita sudah terlanjur melangkah seperti Saul, segeralah bertobat dan kembali nantikan perintah dari Tuhan. Tuhan yang Maha Baik sangat menghargai pertobatan kita. Kasih karunia-Nya sanggup memulihkan hidup kita, from mistake to miracles. Apa yang sudah begitu berantakan, sanggup Dia ubahkan menjadi keajaiban.

RENUNGAN
Jika kita terlanjur melangkah TANPA MANDAT Tuhan, segeralah BERTOBAT dan kembali NANTIKAN PERINTAH DARI TUHAN.

APLIKASI
1. Dalam hal apa Anda masih sering melangkah memakai perhitungan dan logika Anda sendiri?
2. Tantangan apa yang Anda hadapi ketika Anda harus menanti-nantikan instruksi dari Tuhan dalam setiap pengambilan keputusan?
3. Pernahkah Anda salah melangkah seperti Saul dan bagaimana cara Anda berbalik kembali pada Tuhan?
DOA UNTUK HARI INI
Tuhan Yesus, terimakasih atas mandat besar yang telah Engkau percayakan pada kami. Beri kami kekuatan supaya kami selalu bertindak hati-hati sesuai dengan instruksi-Mu. Berikan kami kepekaan untuk cepat berbalik jika kami bergerak atas pemikiran kami sendiri. Kami tidak mau berjalan dan berperang sendiri. Hanya jika Engkau berperang bersama kami,kemenangan dan kemuliaan-Mu akan terus dinyatakan melalui hidup kami. Didalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.