Pahlawan Yang Kerja Besar

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Korintus 15:35-58

RHEMA HARI INI
1 Korintus 15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Sebagai putra dari seorang pengacara terkenal di Singapura, Paul Wong tampaknya akan mengikuti jejak ayahnya. Setelah menyelesaikan studi hukumnya di Universitas Cambridge, Paul kemudian bekerja di Linklaters, sebuah firma hukum terkemuka di London yang merupakan salah satu dari lima firma hukum terbaik di Inggris. Namun di masa keemasannya di usia 30 tahun, Paul memutuskan untuk melepaskan seluruh karier yang telah dibangunnya dan berjalan mengikuti arahan dari Tuhan. “Aku sadar bahwa meskipun aku menyebut diriku Kristen, aku masih hidup bagi diriku sendiri. Itu membuatku berpikir tentang apa artinya mengikut Tuhan, dan aku menyadari bahwa aku sama sekali belum mengerti tentang pemuridan,” kata Paul. Paul memilih untuk mengundurkan diri dan mengikuti sebuah pelatihan untuk menjadi seorang pengkhotbah dan pengajar Alkitab. Di akhir bulan Agustus 2016, dia kembali ke Singapura untuk menjadi pendeta kampus dalam kelompok persekutuan Kristen di Singapore Management University (SMU).

Kisah di atas menjelaskan seorang yang sebenarnya memiliki karier yang cukup cemerlang, tetapi menyadari bahwa selama ini ia belum melakukan sesuatu yang berarti bagi Tuhan. Bersyukur, ia menyadari bahwa ini adalah saat dimana Tuhan sedang mengadakan perekrutan besar-besaran bagi orang-orang yang bersedia bangkit menjadi pahlawan untuk bekerja di ladang-Nya, sehingga ia meninggalkan semua kariernya dan bekerja di ladang Tuhan.

Ketika Tuhan sedang punya kerja besar, jangan sampai kita malah sibuk melakukan hal-hal lain. Jangan sampai kita malah sibuk memperkaya diri sendiri ataupun malah sibuk dengan hobi kita. Kita harus bangkit menjadi pahlawan yang meresponi Tuhan dan panggilan-Nya dengan mulai mengambil langkah untuk melayani. Masih banyak orang yang belum mengenal Tuhan Yesus, banyak jiwa yang perlu mendengar kabar keselamatan di dalam Tuhan Yesus. Jangan sampai kita menjadi pengangguran yang tidak ikut bekerja bagi Tuhan ketika kita masih hidup. Bangkitlah menjadi pahlawan yang kerja besar untuk Tuhan kita. Tuhan Yesus memberkati (ABU)

RENUNGAN
Jangan sampai menjadi anak Bapa yang pengangguran, BANGKITLAH menjadi PAHLAWAN YANG KERJA BESAR untuk Tuhan kita.

APLIKASI
1. Apa yang dimaksud dengan anak Bapa yang pengangguran?
2. Mengapa kita tidak boleh menjadi anak Bapa yang pengangguran?
3. Apa komitmen Anda untuk menjadi pahlawan bagi Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa di dalam nama Yesus, ajar kami untuk menjadi pahlawan yang bekerja besar di ladang Tuhan. Sebab kami tahu ladang sudah menguning dan siap untuk dituai. Jadikan kami pahlawan-pahlawan yang giat bekerja di ladang-MU dan menyelamatkan jiwa bagi kemuliaan-MU. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.