Panggilan Luar Biasa Untuk Melayani

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Yesaya 49:1-9

RHEMA HARI INI
Yesaya 49:1 Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku.

Erwin dikenal sebagai pelayan Tuhan yang militan. Meski usaha rintisannya tak kunjung membuahkan hasil, tetapi ia tidak pernah kecewa kepada Tuhan. Ia tak pernah berhitung-hitung soal waktu, tenaga, maupun dana yang dikeluarkannya bagi Tuhan. Lalu Tuhan pun memberkatinya dengan luar biasa. Usahanya berkembang pesat. Ia bertemu pasangan hidup dan mulai berkeluarga, lalu punya anak. Namun, dengan makin banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhinya, ia pun mulai berhitung-hitung soal persembahan. Seiring waktu, jam pelayanannya juga mulai berkurang. Lama-kelamaan, ia lebih sering menghabiskan waktu di kantor dan akhirnya meninggalkan pelayanan.

Seberapa banyak di antara kita yang berlaku seperti Erwin? Ketika kita belum punya apa-apa dan masih sendirian, seluruh hidup kita seolah-olah tentang Tuhan. Namun, ketika Tuhan mulai memberkati hidup kita dengan kesuksesan, kekayaan, dan rumah tangga, Tuhan seolah tidak lagi memiliki tempat dalam hati kita yang sudah penuh sesak dengan berbagai hal. Padahal, saat Tuhan memberkati kita, Dia sesungguhnya sedang memperlengkapi kita. Seperti Dia bekerja melalui keadaan kita yang terdahulu, Tuhan juga ingin bekerja melalui pekerjaan dan rumah tangga kita. Bagaimanapun, Tuhan memanggil kita menjadi terang-Nya. Pun Dia sudah memanggil kita sejak kita berada dalam kandungan ibu kita. Hal itu berarti, di mana pun kita ditempatkan, apa pun pekerjaan dan status kita, peran kita sebagai terang yang melayani tujuan-Nya tidak pernah berubah.

Hari ini, bila Tuhan memanggil kita kembali untuk melayani-Nya, janganlah menutup telinga hati kita. Jangan lagi ditunda-tunda. Sadarilah bahwa Tuhan masih belum selesai menyatakan tujuan-Nya yang besar dalam hidup kita. Saat ini juga, Tuhan ingin pahlawan-pahlawan-Nya kembali bangkit dan bersinar bagi dunia. Ketika kita merespons dengan benar, Tuhan pun akan memberikan urapan untuk berkuasa kepada kita, sehingga kita bisa bangkit menjadi pahlawan yang mengerjakan perkara-perkara dan mujizat besar bagi-Nya.

RENUNGAN
Tuhan MEMANGGIL KITA untuk MELAYANI—menjadi pahlawan untuk MENYATAKAN KEAGUNGAN-NYA dan MEMPERLUAS KERAJAAN ALLAH.

APLIKASI
1. Mengapa Tuhan memanggil Anda untuk melayani?
2. Mengapa Anda perlu meresponi panggilan-Nya untuk melayani?
3. Bagaimana Anda dapat melayani Tuhan melalui talenta, pekerjaan, maupun rumah tangga Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, penuhi setiap kami anak-anak-Mu dengan keberanian untuk menyaksikan cinta kasih-Mu dalam hidup kami. Urapi dan perlengkapi setiap kami untuk bisa memenuhi panggilan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.