Pedang Rhema Firman

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Ibrani 4:1-13

RHEMA HARI INI
Ibrani 4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Jika mengenang film-film masa kecil, sebagian besar dari kita pasti pernah menonton film Peterpan. Film yang menceritakan petualangan para bajak laut, yang berlomba-lomba untuk mencari harta karun yang terpendam, di pulau Neverland. Namun untuk dapat melakukan petualangan tersebut, para bajak laut harus terlebih dahulu mendapatkan peta harta karun. Barulah mereka dapat melakukan perjalanan dengan menggunakan kapal.

Cerita tentang kapal juga mengingatkan kita pada kisah Petrus dan teman-temanya yang telah berlayar semalaman dengan kapal, tetapi belum ada satu ekor ikan pun masuk ke jala mereka. Setelah mereka menerima rhema dari Yesus untuk menebarkan jala di sebelah kanan, barulah jala menjadi penuh dengan ikan-ikan dalam waktu sekejab. Dalam hidup ini kita perlu yang namanya rhema firman, sebagai pedang bermata dua untuk kita dapat melakukan peperangan rohani. Karena hanya rhema firman Allah sajalah satu-satunya senjata terkuat, dan yang paling tajam serta ampuh untuk menakhlukkan para musuh. Untuk itu, kita harus mendapatkan pedang rhema firman tersebut terlebih dahulu sebelum berperang atau melakukan sebuah perjalanan rohani. Karena selain sebagai pedang bermata dua, rhema firman juga berfungsi sebagai petunjuk atau peta untuk kita dapat menemukan harta benda terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi yang sudah Tuhan sediakan bagi kita (Yesaya 45:3).

Oleh karena itu, untuk mendapatkan pedang rhema firman dari Tuhan, mulailah dengan membaca atau mendengar firman, dan merenungkan firman terus-menerus. Maka Tuhan akan membukakan firman-Nya dan memberikan rhema-Nya kepada kita. Jangan lupa untuk terus membangun Pondok Daud. Karena melalui hubungan yang intens dengan Tuhan, maka telinga roh kita akan semakin dipertajam dan kuat untuk menangkap setiap rhema yang Tuhan berikan. Sehingga hidup kita yang sebelumnya selalu gagal dan penuh keputusasaan berubah menjadi penuh kuasa dan melahirkan mujizat, khususnya mujizat kesembuhan batin, seperti rhema gereja kita bulan ini.

RENUNGAN
Untuk bisa menggunakan PEDANG BERMATA DUA dalam PEPERANGAN ROHANI, kita harus mendapatkan PEDANG RHEMA FIRMAN terlebih dahulu.

APLIKASI
1. Apa yang harus Anda dapatkan sebelum melakukan peperangan rohani?
2. Bagaimana caranya agar Anda bisa mendapatkan pedang rhema firman dari Tuhan?
3. Apa dampak yang akan Anda terima setelah menggunakan pedang bermata dua dari Tuhan dalam peperangan rohani?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, terima kasih untuk pedang rhema firman yang sudah Tuhan sediakan bagi kami. Bawa kami terus tenggelam dalam hadirat-Mu, melalui pondok Daud maupun melalui perenungan firman secara pribadi dengan-Mu. Sehingga telinga roh kami boleh semakin dipertajam untuk mendengar rhema firman-Mu. Dan hidup kami boleh diubahkan dari putus asa menjadi berkuasa. Di dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.