Pembelaan Tuhan Dalam Keluarga

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 9:1-20

RHEMA HARI INI
Mazmur 9:4 Sebab Engkau membela perkaraku dan hakku, sebagai Hakim yang adil Engkau duduk di atas takhta.

“Aku harus bisa mandiri, aku gak mau jadi pemuda rumahan lagi!” Itulah komitmen yang dibuat oleh Andy di dalam hatinya. Sebenarnya ia mengasihi papa mamanya dan ia tahu papa mamanyapun sangat mengasihinya serta selalu berdoa untuknya, tetapi aturan-aturan kecil yang dibuat oleh papa mamanya kadang membuat Andy merasa jengah. “Tutup pintu lagi setelah masuk.” “Matikan keran air dengan benar, jangan biarkan air menetes sedikitpun.” “Letakkan sepatu pada tempatnya.” “Rapikan kembali keset yang miring.” “Matikan lampu setelah keluar dari ruangan.” Dan masih banyak aturan-aturan kecil yang lainnya lagi. Itulah yang membuat Andy terkadang merasa jengah dan ingin tinggal sendiri terpisah dari papa mamanya.

Itu sebabnya ketika ada sebuah perusahaan besar yang membuka lowongan untuk posisi manajer yang akan mendapat fasilitas apartemen, Andy langsung melamar. Dengan berbekal ijazah kuliahnya dan tanpa pengalaman kerja, Andy mendatangi perusahaan tersebut. Ketika ia masuk ruangan, ia menutup kembali pintu ruangan tersebut, sebab itulah yang sudah menjadi kebiasaannya. Ketika di toilet ia melihat keran air yang masih menetes, ia matikan keran air tersebut dengan benar. Ketika ia melihat keset yang miring, ia rapikan kembali posisi keset tersebut. Saat antri dipanggil, Andy melihat majalah berantakan di meja samping tempat duduknya, Andypun merapikannya dengan spontan. Dan ketika ia dipanggil oleh sang pewawancara, Andy sangat terkejut ketika sang pewawancara berdiri, memberi salam kepadanya dan berkata, “Selamat Bapak Andy, Anda diterima sebagai manajer perusahaan kami!” “Kami mengamati perilaku Bapak sejak dari awal Bapak masuk ke ruangan ini, bagaimana Bapak membetulkan semua yang kami sengaja letakkan tidak pada tempatnya. Kandidat yang lain tidak ada yang melakukan seperti yang Bapak lakukan. Maka kami sangat yakin untuk memilih Bapak menjadi manajer perusahaan yang kami jalankan.”Andy tertegun, ternyata selama ini aturan-aturan kecil yang dibuat oleh papa mamanya sangat berguna bagi hidupnya. Sejak hari itu ia berjanji dalam dirinya, ia tidak akan meninggalkan papa mamanya, melainkan akan terus menjaga mereka di masa tua mereka.

Ada pembelaan Tuhan yang nyata bagi setiap orang yang berharap kepada-Nya. Ketika papa mama Andy tetap mengasihi dan mendoakan anaknya sekalipun anaknya mempunyai pemikiran ingin meninggalkan mereka, tetapi pembelaan Tuhan nyata atas mereka, anaknya diterima di posisi yang tinggi karena hasil dari didikan mereka. Hari ini, jangan kita takut ketika kita merasa terpojokkan oleh persoalan yang datang dalam hidup kita. Percayalah bahwa pembelaan Tuhan pasti akan dinyatakan dalam hidup kita.

RENUNGAN
Ada PEMBELAAN TUHAN yang nyata bagi setiap orang yang BERHARAP KEPADA-NYA.

APLIKASI
1. Persoalan apakah yang sedang keluarga Anda alami saat ini?
2. Percayakah Anda bahwa pembelaan Tuhan akan dinyatakan dalam persoalan keluarga Anda?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya pembelaan Tuhan sungguh-sungguh terjadi dalam hidup keluarga Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Terimakasih Tuhan, kami percaya pembelaan-MU pasti akan dinyatakan kepada kami yang sungguh-sungguh hanya berharap kepada-MU. Ajar kami untuk terus berserah hanya kepada-MU. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.