Kunci Kesembuhan Batin Dan Kemerdekaan Sejati

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Yohanes 8:30-36

RHEMA HARI INI
Yohanes 8:32 “dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

Setiap hari, Dana merasa selalu saja melakukan kesalahan di mata Doni. Meski ia selalu berlaku ramah, sewaktu berpapasan, rekan kerjanya itu selalu mengabaikannya. Suatu pagi, belum juga ia sempat duduk, tiba-tiba terdengar teriakan Doni, “Kalau masuk, sepatunya dibersihkan dulu dong! Kotor banget nih ruangannya! Bikin ga nyaman kerja.” Dana menatap lantai. Ia baru sadar ternyata sepatunya meninggalkan jejak. Sambil meminta maaf, Dana segera keluar membersihkan sepatu. Meskipun Dana menyadari keteledorannya, tetapi perkataan Doni mengusik perasaannya. Namun, Dana tidak mau terjebak dalam sakit hati. Ia berusaha untuk tetap positif dan memiliki hati yang memancarkan kasih.

Tuhan Yesus mengajar kita untuk tetap berpegang kepada firman-Nya, supaya kita bisa mengetahui kebenaran dan memperoleh kemerdekaan. Hal itulah yang diperjuangkan Dana dari setiap peristiwa yang dialaminya. Ia berusaha untuk melihat segala sesuatu dengan kacamata Tuhan. Kacamata itulah yang akan selalu mengungkap kebenaran dan membawa kemerdekaan di balik setiap peristiwa yang terjadi.

Hari ini, mari kita belajar untuk selalu memakai kacamata Tuhan. Tanpa kacamata Tuhan, kita hanya akan melihat kegagalan, keterpurukan, penderitaan, kekecewaan, dan pahit hati. Karena itu, datanglah kepada Tuhan. Mintalah hikmat-Nya, supaya kita bisa mengambil sikap dan keputusan yang benar atas berbagai permasalahan yang ada. Teruslah pegang firman-Nya dengan semakin disiplin membaca Alkitab, semakin disiplin datang Pondok Daud, serta semakin disiplin doa dan berpuasa. Maka saat itulah, mata kita akan mampu melihat dengan jelas sesuai dengan pandangan Tuhan. Kita akan selalu bisa bersyukur, kita bisa mengampuni, kita bisa merespons dengan positif, dan kita bisa melakukan kehendak Tuhan. Tuhan pun tidak akan diam saja. Dia akan menyembuhkan kita dari pahit hati, sehingga kita bisa mengalami mujizat kesembuhan batin. Saat itulah, satu per satu rencana Tuhan akan digenapi secara sempura dalam hidup kita.

RENUNGAN
Hanya orang yang bisa MELIHAT DENGAN KACAMATA TUHAN yang akan mengalami KESEMBUHAN BATIN dan KEMERDEKAAN YANG SEJATI.

APLIKASI
1. Apakah saat ini Anda memiliki kepahitan atau Anda pernah menyakiti hati orang lain? Apakah akibatnya dalam keseharian Anda?
2. Dalam hal apakah Anda perlu untuk bisa melihat dengan kacamata Tuhan?
3. Bagaimana Anda bisa belajar untuk melihat dengan kacamata Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, berikanlah kami hikmat-Mu, supaya kami bisa melihat setiap peristiwa sesuai dengan pandangan-Mu. Ampunilah kesalahan kami yang telah menyakiti hati sesama kami dan kami pun mau mengampuni semua orang yang telah bersalah kepada kami. Kami mohon agar berkat damai sejahtera-Mu turun atas kami semua. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.