Penentu Level Urapan Berkuasa

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Lukas 4:1-13

RHEMA HARI INI
Lukas 4:2 Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.

Kita semua pasti sudah familiar dengan benda yang bernama setrika. Di dalam setrika ada komponen yang dapat membuatnya panas untuk menyetrika pakaian supaya halus dan rapi. Meski demikian, sekalipun setrika itu sudah diciptakan untuk bisa mengeluarkan panas, apabila setrika tidak disambungkan dengan aliran arus listrik, teknologi memunculkan panas yang ada di dalamnya pun tidak dapat berfungsi.

Seperti setrika yang tak dapat berfungsi tanpa listrik. Demikian pula dengan kita. Ketika kita diciptakan, sebetulnya Tuhan merancangkan kita sedemikian rupa sehingga kita bisa menerima dan menyalurkan kuasa-Nya. Namun untuk mengakses kuasa itu, kita memerlukan pengurapan yang mengalir ke dalam diri kita. Pengurapan itu hanya bisa kita dapatkan jika kita ‘terhubung’ dengan Sang Pemberi Kuasa, yaitu Allah sendiri.

Salah satu cara untuk menghubungkan diri dengan Allah adalah melalui doa dan puasa. Yesus saja yang adalah Anak Allah memerlukan doa dan puasa selama empat puluh hari sebelum menjalankan misi-Nya di dunia ini, apalagi kita. Saat berdoa dan berpuasa, sebenarnya kita sedang menenggelamkan kedagingan kita dan berendam dalam kuasa pengurapan Allah. Karena kuasa dan otoritas-Nya mengalir ke dalam diri kita, kapasitas untuk mengerjakan perkara besar pun meningkat dengan dahsyat (Mat 17:19-21). Itu sebabnya, Yesus dapat menang dari pencobaan-pencobaan Iblis dengan penuh otoritas. Perhatikanlah bagaimana kehidupan doa dan puasa kita, ambil waktu-waktu khusus untuk mematikan kedagingan kita dan berendam dalam firman-Nya, maka urapan untuk berkuasa akan mengalir dalam diri kita. Saat itulah, kemenangan demi kemenangan bersama Tuhan akan kita peroleh dalam hidup kita.

RENUNGAN
LEVEL DOA PUASA kita MENENTUKAN pertumbuhan LEVEL URAPAN BERKUASA yang Tuhan berikan.

APLIKASI
1. Menurut Anda, mengapa Tuhan meminta kita untuk berdoa dan berpuasa?
2. Bagaimana level doa dan puasa yang kita lakukan dapat mempengaruhi level kuasa yang akan kita dapatkan?
3. Komitmen apa yang dapat Anda ambil dan lakukan untuk mengalami pertumbuhan level urapan untuk berkuasa? Tuliskanlah!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami mau mengambil komitmen untuk masuk dalam doa dan puasa. Karena kami tahu ada kuasa pengurapan Allah yang besar yang bekerja melalui doa dan puasa. Sehingga kami pun dapat Engkau pakai melakukan perkara-perkara besar untuk kemuliaan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.