Penentu Level Urapan Untuk Berkuasa

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Filipi 2:5-13

RHEMA HARI INI
Filipi 2:8-9 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

Bila Tuhan meminta kita menyerahkan satu pot bunga kita yang mahal harganya untuk mempercantik gereja, mungkin tanpa berpikir panjang kita bisa langsung memberikannya. Namun, bagaimana kalau Tuhan meminta seluruh isi taman kita? Apakah kita juga langsung memberikannya atau kita pikir-pikir dulu? Level ketaatan kita ternyata berpengaruh pada level urapan untuk berkuasa yang kita terima. Saat Allah meminta Yesus untuk mengorbankan nyawa-Nya demi keselamatan umat manusia, Yesus memilih taat. Meskipun secara manusia Dia sempat gentar, tetapi Dia tetap melaksanakan perintah Allah. Sebagai buah dari ketaatan-Nya, Allah sangat meninggikan Dia dan seluruh alam semesta bertekuk lutut di bawah nama Yesus.

Urapan untuk berkuasa juga menjadikan Abraham bapa segala bangsa. Urapan yang sama menjadikan Ps. E. A. Adeboye menggembalakan gereja terbesar di dunia. Urapan itu juga yang membuat GBI Keluarga Allah yang digembalakan oleh Bapak Obaja Tanto Setiawan dibanjiri lawatan Allah dan mujizat. Bagaimana ketiga orang yang luar biasa ini bisa memiliki urapan untuk berkuasa dengan level yang luar biasa? Jawabannya sama, mereka memiliki level ketaatan tingkat tinggi. Abraham taat saat Tuhan meminta mempersembahan Ishak, anaknya satu-satunya. Ps. E. A. Adeboye taat saat Tuhan meminta rumahnya. Bapak Obaja Tanto Setiawan taat saat Tuhan menyuruhnya menabur benih profetik dengan nilai yang sangat besar.

Saat ini, apa rhema yang Tuhan berikan dalam hidup kita? Apakah Tuhan meminta kita menambah jadwal kehadiran di Pondok Daud? Apakah Tuhan meminta kita setia pada perpuluhan? Apakah Tuhan meminta kita bersaksi kepada banyak orang tentang kebaikan Tuhan dalam hidup kita? Apakah Tuhan meminta kita menaburkan benih profetik? Bila kita menerima rhema-rhema itu, maka taatlah. Percayalah, cepat atau lambat, kita akan menerima urapan untuk berkuasa yang kita nanti-nantikan itu sesuai dengan level ketaatan kita terhadap rhema yang Tuhan taruh dalam hidup kita.

RENUNGAN
LEVEL KETAATAN kita pada firman menentukan LEVEL URAPAN UNTUK BERKUASA yang Tuhan berikan kepada kita.

APLIKASI
1. Apakah Anda bersedia memberikan sesuatu yang paling berharga saat Tuhan memintanya? Mengapa?
2. Mengapa level ketaataan menentukan level urapan yang bisa Anda dapatkan?
3. Dalam hal apa Tuhan meminta ketaatan Anda hari-hari ini? Bagaimana Anda bisa mentaatinya?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, kami bersyukur atas segala hal terbaik yang Tuhan sudah berikan dalam hidup kami. Kami mohon, mampukan kami untuk memiliki ketaatan level tinggi saat Engkau meminta sesuatu yang paling berharga dari kami, sehingga kami boleh mendapatkan level tertinggi dari urapan untuk berkuasa. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.