Penentu Level Urapan Untuk Berkuasa

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
1 Korintus 13:1-13

RHEMA HARI INI
1 Korintus 13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Condi, atau Condoleezza Rice, lahir pada 14 November 1954 di Birmingham, Alabama. Ayahnya pendeta di Gereja Presbyterian Westminster dan ibunya seorang guru musik. Masa kecil Condi diwarnai masa-masa sulit. Ia lahir dalam keluarga kulit hitam, yang dimusuhi kelompok mayoritas kulit putih. Saat Condi berusia delapan tahun, Denise McNair, teman bermainnya dengan tiga gadis kecil lainnya mati terbunuh dalam pengeboman Gereja mayoritas orang Afrika-Amerika. Teror bom itu dimaksudkan untuk mematikan harapan kaum muda kulit hitam, mengubur aspirasi mereka, dan menciptakan ketakutan massal. Namun mereka gagal. Condi justru tumbuh menjadi sosok yang tegar, makin dekat Tuhan, dan bertekad menjadi orang yang penuh kasih. Di tengah kelompok yang mengajarkan kekerasan dibalas dengan kekerasan, kejahatan dibalas dengan kejahatan, Condi mendapatkan ajaran dari orangtuanya untuk mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Bahkan kalau ada orang baik, ia bertekad akan dua kali lebih baik dari orang itu. Pada akhirnya Tuhan memberkatinya dengan prestasi yang luar biasa dalam pemerintahan Amerika Serikat.

Condoleezza Rice pun menjadi pakar ilmu politik dan diplomat Amerika. Ia menjabat sebagai Sekretaris Negara Amerika Serikat ke-66 dalam administrasi Presiden George W. Bush. Condi adalah Sekretaris Negara Afrika-Amerika wanita pertama, dan Sekretaris Negara perempuan kedua setelah Madeleine Albright. Agustus 2004, majalah Forbes menyebutnya sebagai wanita dengan kekuasaan terkuat di dunia.

Berbagai hal di sekeliling kita mungkin membuat kita tidak nyaman, tetapi jangan sampai kehilangan fokus. Tetap cinta Tuhan. Terus belajar mengasihi sesama dengan segenap hati. Apa pun yang kita lakukan, lakukanlah atas dasar kasih. Bagaimanapun, di mata Tuhan, yang terutama adalah kasih. Kasihlah yang mendatangkan perkenanan Tuhan dalam hidup kita, bukan seberapa kuat dan pintarnya kita. Saat kasih memenuhi diri kita dan kita dewasa dalam kasih, Tuhan sendiri yang akan mempercayakan urapan untuk berkuasa atas kita.

RENUNGAN
LEVEL KASIH yang kita miliki untuk TUHAN dan SESAMA menentukan LEVEL URAPAN UNTUK BERKUASA yang akan Tuhan percayakan kepada kita.

APLIKASI
1. Bagaimanakah level kasih Anda kepada Tuhan dan juga sesama?
2. Mengapa level kasih kita mempengaruhi level urapan untuk berkuasa dar Tuhan?
3. Bagaimana Anda dapat meningkatkan level kasih dalam hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, terima kasih Engkau adalah Allah yang penuh kasih. Penuhilah kami dengan kasih-Mu sampai meluap-luap, ya Tuhan, agar dengan kasih yang melimpah dalam kami, orang lain dapat merasakan kasih-Mu dalam hidup mereka. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.