Pengampunan Mendatangkan Damai Sejahtera

BACAAN HARI INI

Yesaya 32:1-20

RHEMA HARI INI

Yesaya 32:17 Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

Presiden Abraham Lincoln adalah presiden terbesar dalam sepanjang sejarah kepresidenan di Amerika Serikat. Sikapnya yang menonjol bukan hanya pantang menyerah tapi bagaimana dia mampu menghadapi orang yang selalu mengkritiknya dan menghinanya. Dengan posisi dan kekuasannya, Lincoln bisa saja membalas orang yang mengkritiknya dengan menyingkirkannya begitu saja. Tapi Lincoln lain, dia melakukan cara yang berbeda dan tidak terduga, baik oleh teman-temannya maupun oleh rivalnya sendiri. Suatu kali Edwin Stanton seorang rival politik yang terkenal bermulut tajam, kritikus kasar pada awal perang saudara, mengkritiknya habis-habisan dan mengatai Lincoln dengan sebutan “gorilla.” Abraham Lincoln tidak pernah menanggapi kritik Stanton. Faktanya, ia malah menunjuk Edwin Stanton sebagai Sekretaris Perangnya pada tahun 1862. Pada saat koleganya mempertanyakan mengapa ia mempromosikan seorang kritikus tajam untuk posisi yang sangat tinggi itu, Lincoln hanya menjawab, “Karena ia adalah orang terbaik untuk pekerjaan itu.”

Jiwa besar dan sikap lapang hati yang ditunjukkan Lincoln ini patut sekali kita contoh. Keputusan Lincoln untuk mengampuni Stanton dan mengangkat dia ke posisi tinggi di pemerintahannya, menunjukkan hati Lincoln yang tidak pernah berniat untuk membalas dendam. Akibatnya, hidup Lincoln dipenuhi dengan damai sejahtera, ketenangan dan ketentraman. Menurut saksi mata, saat upacara kematian Abraham Lincoln, Edwin Stanton menunduk dan memandang wajah pria yang pernah dilawannya sambil mengucapkan kata-kata, “Disini terbaring penguasa terbesar manusia di dunia yang pernah ada.”

Keanggunan sikap Lincoln ini mengingatkan kita kepada pemimpin terbesar yang pernah berjalan di bumi, Tuhan kita Yesus Kristus. Setelah Yesus diejek, dipukuli, dan dipaku pada kayu salib Romawi, Dia mengangkat mata-Nya ke langit dan berdoa, “Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.”
Orang Kristen yang menolak kesempatan untuk membalas menunjukkan suatu teladan dari Tuhan Yesus. Dunia sangat membutuhkan orang-orang yang bersikap dan bertindak seperti ini. Apakah mereka melihatnya di dalam diri kita? Hari ini, ambillah keputusan untuk mengembangkan hati yang mengampuni. Sebab itulah jalan supaya kita bisa mengalami hidup yang penuh damai sejahtera dan kelegaan yang luar biasa

RENUNGAN

Ketika kita mengembangkan hati mengampuni, maka kita akan HIDUP DALAM KELEGAAN DAN DAMAI SEJAHTERA yang luarbiasa !

APLIKASI

Langkah apa yang akan saudara lakukan untuk mengembangkan hati yang mengampuni dalam hidup saudara ?

DOA UNTUK HARI INI

Tuhan, kami rindu memiliki hati yang senantiasa mampun untuk mengampuni seperti hati-MU, supaya orang lain boleh melihat Engkau sungguh-sungguh hidup secara nyata dalam hidup kami. Terimakasih Tuhan. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Hakim-hakim 16-18