PENGATUR TEMPERATUR DALAM KELUARGA

RHEMA HARI INI

1 Korintus 5:18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.

Di usianya yang sudah lebih dari 87 tahun, Pak Bolang tetap semangat untuk selamatkan jiwa. Setiap hari dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam, ia pergi bersama sopirnya. Membawa berkilo-kilo beras dan berdus-dus mie instan untuk dibagi-bagikannya di bawah jembatan sebagai sarana untuk memberitakan Injil. Setiap hari Minggu ia membawa 1 mobil penuh jiwa baru untuk datang ke gereja. Semangat Pak Bolang ini menular pada sopirnya yang menjadi sangat bersemangat juga untuk memberitakan Injil. Pernah suatu ketika Pak Bolang sakit parah dan divonis akan menderita lumpuh. Tetapi dalam 3 hari ia bangun dari tempat tidur dan memaksa diri berjalan karena ingin segera kembali memberitakan Injil. Rupanya penyakit pun tak mampu mengalahkan semangat juang Pak Bolang.

Suatu kali, salah satu menantu Pak Bolang, Pdt. Benyamin Munthe harus masuk ICU dan dinyatakan sudah tidak ada harapan lagi. Pak Bolang berkali-kali memukul kaki menantunya dan mendesak agar menantunya tetap hidup supaya bisa selamatkan jiwa lebih banyak lagi. Semangat Pak Bolang, akhirnya membuat sang menantu disembuhkan Tuhan. Kini anak-anak, menantu dan cucu-cucu beliau, banyak yang dipakai Tuhan menjadi alat kemuliaan-Nya. Pak Bolang adalah salah satu contoh seorang imam yang bisa mengatur temperatur dalam keluarganya.

Kondisi kerohanian dalam keluarga kita menyala atau suam-suam, itu tergantung dari sang imam. Itu sebabnya imam adalah orang yang punya peran untuk mengatur suhu atau temperatur. Bukan hanya masalah kerohanian, tetapi juga dalam hal lainnya. Seperti Pak Bolang tadi, ia mengatur temperatur api penginjilan dan selamatkan jiwa dalam keluarganya tetap menyala-nyala. Bisa dikatakan, imamlah yang memegang remote kontrol suhu di rumahnya. Mau dinaikkan atau mau di turunkan, semua tergantung oleh imamnya. Oleh sebab itu, mari bangun mezbah keluarga di rumah kita. Mulai kobarkan api kehidupan roh dalam keluarga. Ajak mereka berdoa bersama, memuji dan menyembah Tuhan, serta belajar firman Tuhan bersama sehingga keluarga kita bisa dipakai Tuhan lebih dan lebih lagi.

RENUNGAN:

Imam harus menjadi PENGATUR TEMPERATUR dalam keluarga.

APLIKASI

1. Apa yang dimaksud dengan menjadi pengatur temperatur dalam keluarga?
2. Temperatur apa yang ingin Anda naikkan suhunya dalam keluarga Anda?
3. Langkah apa saja yang Anda lakukan agar api roh dalam keluarga Anda tetap menyala?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa, jadikan kami imam yang bisa mengatur temperatur dalam keluarga kami sehingga api Roh Kudus tetap menyala di tengah-tengah kami. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!