Penghalang Terbesar Untuk Tuaian Besar

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Pengkhotbah 11:1-5

RHEMA HARI INI
Pengkhotbah 11:4 Jika engkau selalu menunggu-nunggu keadaan yang sempurna untuk menabur, engkau tidak akan menuai, tidak akan ada sesuatu pun yang dapat kauhasilkan. (FAYH)

Tidak ada makan siang yang gratis. Itulah salah satu prinsip yang dipegang kebanyakan orang. Namun, Rory membelikan makan siang untuk seorang ibu gelandangan dan anaknya yang tampak belum makan berhari-hari. Padahal ia sendiri sedang kekurangan dan gajiannya masih seminggu lagi. Bertahun-tahun kemudian, Rory kehilangan pekerjaannya dan ia pun mengikuti wawancara kerja di suatu perusahaan. Tak terduga, pemiliknya adalah ibu yang pernah dibelikannya makanan. Ibu itu berkata, “Kau tahu, malam itu sebenarnya aku hendak mengakhiri hidupku dan putriku. Namun makanan darimu bukan saja menghangatkan perutku, tetapi juga memberikan kekuatan baru. Seandainya hari itu aku melaksanakan niat itu, tentu aku tidak akan bertemu seorang teman lama yang kemudian membantuku membangun impianku. Sekarang, aku bisa memberikanmu pekerjaan ini atau memodali usahamu sendiri. Pilihlah.”

Ketika kita memberi, lakukanlah itu seperti yang dikatakan dalam bacaan hari ini, selayaknya “melemparkan roti ke dalam air”. Dengan tidak mengharapkan balasan. Bahkan, dalam terjemahan versi FAYH, perumpaman ini diterjemahkan sebagai: “Berilah dengan limpah”. Bukan pemberian biasa-biasa saja atau sekadarnya. Malah mungkin, melebihi kemampuan kita. Pemberian seperti itu tentunya tidak mudah. Namun, ketika kita berani memberi dengan berlimpah, sesungguhnya kita tengah menaburkan benih profetik. Meskipun kita tidak menantikan apa-apa, Tuhan akan memastikan bahwa pemberian-pemberian itu kembali pada kita (Pkh. 11:1). Walaupun kita tidak dapat menduga waktunya, benih itu akan kembali sebagai tuaian yang berlimpah pula.

Ya, jangan biarkan ketakutan kita akan penghidupan kita sendiri membuat kita bimbang dan ragu untuk menaburkan benih profetik. Percayalah, sekali Tuhan berfirman, Dia akan memastikan perkataan-Nya terjadi. Jika kita menabur dengan sukacita, kita pasti akan menuai sukacita besar. Tuhan yang memperhatikan setiap jengkal hidup kita akan membukakan tingkap-tingkap langit dan mencurahkan mujizat keuangan besar dalam hidup kita. (MV.L)

RENUNGAN
MENABURLAH DENGAN IMAN, sebab KEBIMBANGAN dan KERAGUAN adalah PENGHALANG TERBESAR bagi kita untuk bisa menabur serta menuai.

APLIKASI
1. Bagaimanakah sikap hati Anda dalam memberi selama ini?
2. Mengapa kebimbangan dan keraguan dapat menjadi penghalang terbesar untuk memperoleh tuaian?
3. Apa saja yang bisa Anda lakukan dalam waktu dekat ini untuk menabur dengan iman?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih karena Engkau selalu meneguhkan kembali iman kami. Kami mau belajar untuk memberi dengan berani dan bersukacita. Biarlah semua mujizat yang Engkau berikan kepada kami dapat dipergunakan untuk memberkati banyak orang. Karena Engkau memanggil kami untuk menjadi berkat dan terang bagi dunia ini. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.