Pengurapan Allah Yang Dahsyat Di Usia 30

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Matius 3:13-17

RHEMA HARI INI
Matius 3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

Usia 30 merupakan sebuah usia yang menunjukkan dimana titik kemapanan dan kematangan seseorang diukur. Banyak yang mengatakan saat usia 30 itulah yang paling menentukan kelak masa depan kita menjadi seperti apa. Saat kita masih muda, pasti kita membuat perencanaan masa depan kita dan tentunya ada angka 30 yang sudah kita isi dengan harapan akan pencapaian-pencapaian kita. Ya, usia 30 merupakan usia pertengahan yang menunjukkan ukuran kedewasaan kita.

Sewaktu Tuhan Yesus masih hidup di dunia, pelayanan-Nya mulai luar biasa setelah memasuki usia 30. Tuhan Yesus mulai berpuasa dan melangkah dalam panggilan-Nya. Meskipun sebelumnya Tuhan Yesus sudah melakukan banyak mujizat dan tanda-tanda yang ajaib, namun puncaknya terjadi saat usia-Nya 30. Pelayanan-Nya menjadi begitu luar biasa ketika pengurapan Allah yang dasyat menaungi Yesus di usia-Nya yang ke-30. Bukan kebetulan pula jika saat ini gereja kita merayakan ulang tahun yang ke-30. Sebuah angka yang luar biasa. Bukan berarti tahun-tahun sebelumnya gereja kita biasa-biasa saja, namun menjelang masuk ke usia yang ke 30 tahun, Tuhan akan membawa gereja kita masuk dalam dimensi kuasa dan otoritas Allah yang sama sekali berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Memasuki usia 30 tahun, gereja kita harus semakin matang dalam pengurapan dan juga semakin matang dalam hal mengasihi Tuhan dan manusia. Itulah yang akan mendatangkan berkat besar bagi semua orang dan nama Tuhan semakin dipermuliakan. Bukan hanya itu saja, great revival yang terjadi di gereja kita juga akan menjalar terjadi dalam setiap aspek kehidupan jemaat, bahkan kota dan bangsa kita. Oleh karena itu, jangan sampai kita melewatkan waktu great revival ini begitu saja. Hiduplah sesuai yang Tuhan perintahkan dan percayalah pengurapan Tuhan yang dasyat akan diberikan bukan hanya bagi gereja kita, tetapi bagi kita yang hidup melekat kepada Allah. (LEW)

RENUNGAN
Ada PENGURAPAN ALLAH yang DAHSYAT yang menaungi Yesus di usianya yang KE-30.

APLIKASI
1. Bagi Anda yang berusia 30 lebih, apa pencapaian Anda di usia 30? Bagi yang belum berusia 30, apa yang ingin Anda capai di usia 30?
2. Apakah Anda menginginkan pengurapan Allah yang dahsyat juga terjadi dalam hidup Anda? Mengapa?
3. Sebutkan komitmen pribadi Anda agar pengurapan Allah yang dahsyat ada dalam hidup Anda!

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, terima kasih Engkau mengijinkan gereja kami masuk di usia 30. Kami percaya pengurapan-Mu yang dasyat akan Kau nyatakan bukan hanya bagi gereja kami, tetapi juga bagi kami, kota kami dan bangsa kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.