Penjangkauan Melalui Kasih Dan Perbuatan Baik

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Lukas 10:30-37

RHEMA HARI INI
Lukas 10:34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.

Rara memiliki hati yang mudah tersentuh. Saat melihat para orang tua dan anak-anak peminta, ia tidak bisa tidak merogoh sakunya. Setiap hari, ia pulang kerja dengan melewati sebuah jembatan penyeberangan, dan biasanya ia memberikan sedikit uang kepada ibu yang duduk di pinggiran dengan menggendong bayinya. Tak lupa ia selalu berkata, “Tuhan memberkati.” Namun, hari itu ketika melihat ibu tersebut dari kejauhan, hatinya tergerak oleh belas kasihan dan ia berbalik arah untuk membelikan makanan. Saat menerima makanan itu, si ibu pun terlihat sangat terharu. Sejak itu, Rara sering membawakan sesuatu untuk si ibu. Entah itu makanan, roti, susu, atau pakaian. Suatu saat, ibu itu balas berkata, “Terima kasih, Nak. Tuhan Yesus memberkati.” Singkat cerita, ibu tersebut mulai bertanya-tanya tentang Yesus Kristus dan akhirnya menjadi percaya.

Setiap orang memiliki kebaikan dalam dirinya. Hal itu karena Tuhan telah menciptakan kita serupa dan segambaran dengan-Nya. Namun, kebaikan kita biasanya tergantung situasi dan kondisi. Selama kita bisa melakukannya, selama orang tersebut bersikap baik, selama kepentingan kita sendiri tidak dilanggar, atau selama keadaan kita sendiri pun sedang baik. Imam dan orang Lewi dalam bacaan hari ini pun bisa jadi adalah orang-orang yang baik. Mungkin mereka sedang terburu-buru dan terlalu fokus dengan kepentingan mereka sendiri. Satu hal yang membedakan orang Samaria dalam kisah ini: belas kasihan (ay.33). Padahal, orang Samaria dan orang Yahudi tidak ubahnya seperti musuh alamiah. Namun, orang Samaria tersebut bukan hanya memberikan pertolongan, tetapi juga memastikan kebutuhan musuhnya sampai ia sembuh.

Ya, hanya kasih yang bisa membuat kita melampaui diri kita sendiri. Pperbuatan baik yang dilandasi kasih seperti inilah, yang bisa mengetuk hati yang sekeras apa pun juga. Tinggal tunggu waktu, sampai pintu hati mereka terbuka untuk penginjilan dan mujizat selamatkan jiwa terjadi. (MV.L)

RENUNGAN
Penjangkauan jiwa melalui KASIH dan PERBUATAN BAIK, hasilnya akan SANGAT LUAR BIASA serta JAUH LEBIH PERMANEN.

APLIKASI
1. Sudahkan Anda menjangkau jiwa denga kasih dan perbuatan baik? Mengapa demikian?
2. Mengapa kasih dan perbuatan baik tidak bisa dipisahkan dalam penjangkauan jiwa?
3. Kasih dan perbuatan baik apa yang dapat Anda lakukan bagi orang-orang di sekitar Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih atas kasih-Mu yang besar atas hidup kami. Terima kasih atas pengorbanan-Mu di atas salib bagi kami. Limpahilah hati kami dengan kasih-Mu yang besar, agar kami pun bisa senantiasa menempatkan orang lain di atas kepentingan kami sendiri. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.