Pentingnya Anggur Baru Dalam Keluarga

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yoel 3:9-21

RHEMA HARI INI
Yoel 3:18 Pada waktu itu akan terjadi, bahwa gunung-gunung akan meniriskan anggur baru, bukit-bukit akan mengalirkan susu, dan segala sungai Yehuda akan mengalirkan air; mata air akan terbit dari rumah TUHAN dan akan membasahi lembah Sitim.

Ranti terbahak melihat gambar meme di grup whatsappnya. Ada gambar sepasang muda mudi berboncengan sepeda motor dengan tulisan, 6 bulan pacaran saat si pemudi kedinginan, si pemuda berkata, “Masukkan tanganmu ke saku jaketku dik.” Setelah 2 tahun menikah dan pemudi yang sudah menjadi istrinya berkata dia kedinginan, suaminya menjawab, “Salahmu sendiri, mengapa tadi kamu pergi bersamaku.” Ranti tertawa karena ia merasa memang banyak sekali perbedaan saat pacaran, awal menikah dan setelah belasan tahun menikah. Ia teringat betapa manis dan romantis hubungannya dengan suami saat mereka baru menikah. Sekarang, setelah 15 tahun menikah, hubungan mereka menjadi hambar dan tidak ada lagi kemesraan seperti dahulu.

Pengantin baru seperti bejana yang penuh berisi anggur manis, anggur kasih, anggur sukacita, anggur keharmonisan, anggur kebahagiaan dan anggur pengertian. Semuanya terasa mudah dilalui dan manis untuk dinikmati. Namun seiring waktu, anggur itu lama-kelamaan berkurang. Ada banyak faktor yang menyebabkan anggur kasih dalam keluarga menjadi berkurang. Pernikahan adalah menyatukan dua pribadi yang berbeda, bahkan terkadang bertolak belakang. Diperlukan lebih dari sekedar cinta untuk bisa menjalankan sebuah pernikahan, yakni pengetahuan, hikmat, komitmen dan untuk mau berkorban. Jika tidak, cepat atau lambat konflik pasti akan terjadi dalam pernikahan. Kesalahpahaman, gesekan dan benturan tak terhindarkan. Hal-hal inilah yang menyebabkan anggur kasih kita berkurang dan keluarga kehilangan keharmonisan.

Itu sebabnya, anggur kasih dalam keluarga harus terus diperbaharui. Taburkanlah benih anggur, dirawat, diusahakan dengan baik sampai pohon anggur itu menghasilkan buah-buah yang manis. Mulailah menabur kasih, perhatian, kepercayaan, komunikasi, menghormati dan melayani. Dan yang terutama, lebih dahulu sediakan ruang bagi Yesus dalam keluarga kita, sebab Dialah Sang pemilik, pembuat dan penyedia anggur. Dengan kehadiran Yesus dalam keluarga kita, taburan benih akan diberkati, berbuah-buah manis dan anggur yang baru dicurahkan melimpah. Mujizat pemulihan terjadi atas keluarga kita. (PF)

RENUNGAN
ANGGUR KASIH dalam keluarga bisa BERKURANG karena BANYAK FAKTOR, itu sebabnya kita butuh ANGGUR BARU DARI TUHAN.

APLIKASI
1. Bagaimana keadaan anggur kasih dalam keluarga Anda saat ini?
2. Hal apa yang menyebabkan anggur kasih berkurang dalam pernikahan Anda?
3. Apa yang bisa mulai Anda taburkan saat ini untuk keluarga Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, terimakasih Engkau telah memberikan keluarga yang luar biasa bagi kami. Ajari kami untuk saling mengasihi, berikan hati yang bisa mengampuni, saling menghormati dan pengertian di antara kami. Kiranya Engkau memberkati setiap benih anggur yang kami tabur, menjadikan buah-buah yang manis dan memenuhi keluarga kami dengan anggur baru dari pada-Mu. Kasih dan damai sukacita ada dalam keluarga kami sehingga kami bisa menikmati kehadiran-Mu ditengah-tengah keluarga kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.