Penyembahan yang Menyenangkan

Renungan Keluarga Allah
Minggu, 19 Juni 2016

BACAAN HARI INI

Roma 12:1-21

RHEMA HARI INI

Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

William Booth, pendiri Bala Keselamatan, berkata, “Kehebatan kuasa manusia ada dalam kadar penyerahan dirinya.”

Inti penyembahan adalah berserah diri. Berserah diri adalah kata yang tidak populer, yang tidak disukai hampir seperti kata ‘tunduk.’ Kata tersebut menyiratkan makna kalah, dan tidak seorangpun ingin menjadi pecundang. Berserah diri menimbulkan gambaran tidak enak, yaitu mengaku kalah dalam pertempuran, kalah dalam suatu permainan, atau menyerah pada musuh yang lebih kuat. Kata tersebut hampir selalu digunakan dalam konteks yang negative, misalnya: “Para penjahat yang tertangkap menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib.”

Dalam budaya persaingan jaman ini, kita diajar untuk tidak pernah menyerah dan tidak pernah tunduk. Jadi kita tidak banyak mendengar tentang menyerah. Jika menang adalah hal yang amat penting, maka menyerah tidaklah terpikirkan. Kita lebih suka berbicara tentang soal menang, berhasil, mengalahkan, menaklukan ketimbang tentang mengalah, tunduk, taat, dan menyerah. Tetapi menyerahkan diri kepada Allah adalah inti penyembahan. Itu merupakan tanggapan wajar terhadap kasih dan belas kasihan Allah yang mengherankan. Kita memberi diri kita kepada Dia, bukan karena takut atau wajib, melainkan di dalam kasih, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.

Setelah menggunakan 11 pasal dari Kitab Roma untuk menjelaskan tentang kasih karunia Allah yang ajaib kepada kita, Paulus mendorong kita untuk sepenuhnya menyerahkan hidup kita kepada Allah di dalam penyembahan: “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Alah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus, dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” Ibadah yang sejati yaitu mendatangkan kesenangan bagi Allah, terjadi bila Anda memberi diri Anda sepenuhnya kepada Allah. Sudahkah Anda melakukannya?

RENUNGAN

Jadikan hidupmu menjadi sebuah PENYEMBAHAN yang menyenangkan hati Tuhan!

APLIKASI

Bagaimana Anda mempersembahkan hidup Anda sebagai persembahan yang menyenangkan hati Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI

Ku buka hatiku bagiMu ya Tuhan, penuhi aku dengan RohMu supaya aku terus berjalan dalam kehendak dan rencanaMu. Biarlah hidupku senantiasa menyenangkan hatiMu sebagai persembahan yang hidup dan berkenan kepadaMu. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Lukas 24
Yohanes 20-21