Penyesalan Yang Benar

Renungan Keluarga Allah
Jumat, 11 November 2016

BACAAN HARI INI

Matius 26:30-75

RHEMA HARI INI

Matius 26:75 Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: “Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

Saat Yesus ditangkap di Getsemani pada malam bersejarah itu, semua murid yang sedang bersama-Nya melarikan diri meninggalkan-Nya. Hanya Petrus yang kembali dan mengikuti Yesus dari kejauhan. Bahkan ia duduk di antara para pengawal dalam halaman Imam Besar. Tentu ia begitu mengkhawatirkan keadaan Yesus sampai ia mengesampingkan risiko ikut tertangkap. Namun, ketika ia dikenali orang-orang di sekitarnya sebagai murid Yesus, ia mulai menyangkalinya. Hal ini berulang tiga kali, sampai Petrus merasa terpojok dan mulai mengutuk serta bersumpah bahwa ia tidak mengenali-Nya. Di saat yang sama, ayam pun berkokok, mengingatkannya akan apa yang telah diprediksikan Yesus sebelumnya. Kemudian, Petrus pergi sambil menyesali diri.

Seperti yang dunia ini katakana: penyesalan datang terlambat. Kata “terlambat” seakan mengindikasikan bahwa bukan saja penyesalan timbul di belakang, tetapi kesalahan yang terlanjur terjadi juga sudah tidak dapat diperbaiki kembali. Tidak heran jika kemudian banyak orang yang merasa bahwa dunia mereka telah berakhir. Tentu hal ini jugalah yang dirasakan oleh Petrus saat itu. Namun Petrus tidak berputus asa. Ia memilih untuk keluar dari kesalahannya. Meski ia menyadari bahwa dosanya terlalu besar untuk diampuni, ia justru mendekat kepada Tuhan dan berserah ke dalam kasih-Nya. Sampai Tuhan mengampuni dan memulihkannya. Bahkan Tuhan mengubahkannya menjadi seseorang yang begitu berani memberitakan Injil di hadapan banyak orang. Ya, Tuhan bukan hanya memberikan anugerah-Nya, tetapi juga mengurapi Petrus untuk melakukan perkara-perkara besar yang menggoncang dunia.

Saudara, jika sekarang ini Anda merasa bahwa Anda telah melakukan kesalahan besar, entah hal itu disengaja atau tidak, pahamilah bahwa di dalam Tuhan tidak ada kata terlambat. Jika kita menyesali kesalahan kita dengan benar dan mau datang ke hadapan-Nya, maka Anugerah-Nya selalu cukup untuk menghapuskan kesalahan kita yang terbesar sekalipun. Bahkan Dia dapat memulihkan segala sesuatunya bagi kita. (MV.L)

RENUNGAN

Kunci untuk menerima ANUGERAH DAN PEMULIHAN adalah PENYESALAN YANG BENAR

APLIKASI

  1. Pernahkah Anda melakukan kesalahan besar yang Anda sesali? Apakah penyesalan Anda tersebut membuat Anda mendekat kepada Tuhan atau malah menjauh?
  2. Menurut Anda bagaimanakah penyesalan yang benar itu?
  3. Apa langkah yang bisa Anda ambil untuk dapat menerima anugerah dan pemulihan dalam hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI

“Terima kasih, ya, Tuhan, karena anugerah-Mu besar bagi kami. Bawa kami untuk mendekat kepada-Mu ya, Bapa, tidak peduli seberapa besarnya kesalahan dan dosa kami. Kami percaya bahwa Engkau selalu siap untuk mengampuni dan memulihkan setiap kesalahan dan juga hidup kami. Pakailah hidup kami untuk menyatakan kasih dan kemuliaan-Mu.
Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Hakim-hakim 19-21