Percepatan Satu Juta Jiwa

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yohanes 4:1-42

RHEMA HARI INI
Yohanes 4:35b Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.

Ladang benar-benar sudah menguning dan siap untuk dituai. Ladang yang sangat luas, tidak mungkin dikerjakan sendiri. Karena tuaian akan segera membusuk sebelum bisa mencapai ladang berikutnya. Perlu kerjasama supaya proses penuaian dapat diselesaikan tepat waktu. Itulah yang sedang terjadi atas gereja maupun bangsa kita Indonesia. Ladang jiwa-jiwa yang sangat banyak bukan lagi akan menguning, tetapi sudah menguning. Jika hanya gembala yang bekerja sendirian, bisa dipastikan kita akan ketinggalan gelombang lawatan terdahsyat sepanjang sejarah dan kehilangan momen emas mujizat selamatkan jiwa.

Untuk itu, mari kita benar-benar serius bergandengan-tangan menanggapi kegerakan percepatan satu juta jiwa. Karena itulah kerinduan hati Tuhan atas gereja kita. Kita dapat melihat hati Tuhan begitu bergairah dan bergelora untuk lawatan. Percepatan seperti di jaman Nehemia pun Ia anugerahkan bagi gereja kita. Namun percepatan satu juta jiwa hanya akan terjadi ketika sebagai satu gereja kita bersama-sama memiliki hati untuk revival tersebut. Sudah tidak ada waktu lagi untuk sibuk memikirkan diri sendiri, apalagi soal penghidupan.

Kita harus benar-benar menyadari dan kembali kepada panggilan kita yang semula, sebagai tentara Allah, sebagai laskar-laskar sorgawi penuai jiwa. Kita tidak boleh kehilangan esensi dan tujuan kita diciptakan, dan berganti berlomba-lomba mengejar sesuatu yang fana seperti orang dunia. Sebab semua itu sudah terlebih dahulu disediakan bagi orang-orang yang mengasihi Dia. Milikilah kelaparan roh untuk selamatkan jiwa. Seperti Nehemia, ia tidak meneteskan airmata hanya untuk soal penghidupan, tetapi fokus untuk keselamatan bangsanya. Inilah kairos Tuhan untuk Indonesia, terkhusus gereja kita. Sebagai anak-anak Tuhan, kita benar-benar terlahir dalam waktu, tempat, dan momen terbaik sepanjang sejarah untuk meyelamatkan jiwa. Tuhan sudah siap melawat negara dan gereja kita. Bagaimana dengan kita? Jadi, mari bangkit! Jangan sia-siakan momen emas dari Tuhan.

RENUNGAN
PERCEPATAN SATU JUTA JIWA hanya akan terjadi ketika sebagai satu gereja kita BERSAMA-SAMA MEMILIKI HATI untuk REVIVAL BANGSA kita.

APLIKASI
1. Apa yang harus Anda lakukan agar mujizat percepatan satu juta jiwa nyata bekerja atas gereja Anda?
2. Siapa saja yang harus bertanggung jawab atas keselamatan satu juta jiwa?
3. Mengapa Anda tidak boleh mengkhawatirkan soal penghidupan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapaku yang baik, betapa hati kami sangat bersyukur dan bersukacita, atas anugerah percepatan satu juta jiwa yang Engkau limpahkan atas gereja kami. Penuhi hati kami dengan kelaparan roh untuk selamatkan jiwa, sehingga mujizat percepatan untuk selamatkan satu juta jiwa sungguh dinyatakan atas gereja kami. Sadarkan dan ingatkan kami anak-anak-Mu untuk selalu bergandengan-tangan, bersama-sama memiliki hati untuk revival bangsa kami. Di dalam Nama Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.