Pergaulan Yang Membuat Jiwa Semakin Terluka

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
1 Korintus 15:30-38

RHEMA HARI INI
1 Korintus 15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

“Haii Rin, apa kabar? Lama banget nggak ketemu.” Sapaan itu mengagetkan Ririn yang sedang berbelanja di sebuah supermarket. “Oh, hai Jesy,” Ririn menjawab dengan canggung, ia tersenyum setengah dipaksakan. Mereka pun terlibat obrolan ringan, lalu Ririn cepat-cepat berpamitan. Dalam perjalanan pulang Ririn berpikir, kenapa sekarang rasanya tidak nyaman bertemu dengan Jesy. Padahal mereka dulu akrab sekali. Dalam percakapan singkat tadi, ia merasa Jesy tidak banyak berubah. Masih Jesy yang dulu yang suka mengeluh dan pesimis.

Beberapa tahun yang lalu, Ririn mengalami pergumulan berat yang membuat jiwanya begitu terluka. Saat itulah ia bertemu Jesy dan pembicaraan mereka rasanya begitu nyambung dan seru. Bersama-sama mereka mengeluhkan ketidakpuasan dan sakit hati mereka, lalu menjelek-jelekan dan mengharapkan hal buruk terjadi pada orang yang mereka benci. Sekarang setelah jiwanya dipulihkan, Ririn menyadari saat itu sebenarnya mereka malah jadi makin tertekan dan sama-sama mencari pelarian ke hal-hal yang negatif.

Hidup memang tidak bisa terhindar dari masalah. Tanpa kita sadari, ada hal-hal yang jika tidak dibereskan akan menimbulkan luka batin yang mendalam. Jika kita mulai merasakan ada yang kosong dalam jiwa kita, ada yang kurang, ketidakbahagiaan, sulit untuk mengucap syukur, ketakutan, kecewa, dan semua yang negatif mulai merasuki pikiran kita, itulah tanda bahwa jiwa kita sedang terluka. Carilah pertolongan dengan bergaul dengan rekan-rekan seiman yang kita pandang matang dalam kerohanian. Jangan malah bergaul dengan orang-orang yang juga sedang terluka jiwanya. Memang pada awalnya kita merasa sehati dan dipahami, tetapi pada akhirnya jiwa kita akan makin terluka. Bergaullah dengan teman yang tepat, yang mengasihi Tuhan dan dewasa rohani akan menghibur, mendukung, dan membimbing kita kembali pada kasih Bapa. Jangan menjauh dari Tuhan saat kita rapuh, sebab hanya Dia yang sanggup memberi mujizat kesembuhan batin. Dia yang akan membalut, memulihkan, dan membawa kesembuhan bagi jiwa kita. (PF)

RENUNGAN
BERHENTILAH BERGAUL dengan orang yang JIWANYA SAMA-SAMA TERLUKA, jangan sampai jiwa kita malah jadi SEMAKIN TERLUKA.

APLIKASI
1. Bagaimana Anda menilai pergaulan Anda sekarang ini? Sudahkah Anda bergaul dengan orang yang tepat?
2. Bisakah Anda membedakan mana teman yang menjauhkan Anda dari Tuhan dan mana yang membuat rohani Anda bertumbuh?
3. Sikap apa yang akan Anda ambil terhadap teman yang membuat Anda jauh dari Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, terima kasih Engkau selalu ada untuk kami. Yang membalut dan menyembuhkan luka-luka kami, memberi kesegaran dan pemulihan bagi jiwa kami. Beri kami kepekaan dan hikmat dalam memilih pergaulan. Kiranya kerohanian kami makin bertumbuh dalam pergaulan dengan orang-orang yang tepat dan berkenan kepada-Mu. Kami berdoa bagi teman-teman kami yang sedang terluka jiwanya agar mereka pun beroleh mujizat kesembuhan batin seperti Engkau telah menyembuhkan kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.