Perisai Yang Melindungi Pernikahan

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Efesus 5:20-33

RHEMA HARI INI
Efesus 5:33 Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.

Mengasihi pasangan ketika ia berada dalam keadaan sehat sempurna tidaklah sulit. Kesetiaan dalam pernikahan baru akan teruji saat salah satunya tidak lagi dapat menjalankan perannya dengan baik. Hal ini tejadi pada istri Pak Suyatno. Setelah melahirkan anak keempat, kakinya tiba-tiba lumpuh. Tiga tahun kemudian, seluruh bagian tubuhnya dan bahkan lidahnya mulai tidak bisa digerakkan. Setiap hari, sebelum berangkat ke kantor, Pak Suyatno selalu memandikan dan merawatnya. Siang hari, ia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sepulang kerja, ia kembali merawat dan menceritakan semua aktivitasnya. Rutinitas itu dilakukannya selama 25 tahun.

Suatu hari, keempat anaknya berkata, “Bapak, kami ingin merawat ibu. Kami juga tidak keberatan kalau Bapak mau menikah lagi dengan wanita lain.” Suyatno menjawab, “Anak-anakku, jika pernikahan dan hidup di dunia ini hanya untuk memuaskan nafsu, mungkin Bapak akan menikah lagi. Tapi apakah Bapak bisa bahagia meninggalkan ibu kalian dengan keadaan seperti sekarang? Sehat pun Bapak tidak akan mencari penggantinya, apalagi sakit.”

Kasih yang tidak mementingkan diri sendiri, yang mengasihi tanpa syarat dan memberi diri pada pasangan adalah kasih yang mencerminkan kasih Kristus (ay.25). Tuhan Yesus sudah mengajarkan kasih Agape, mengasihi bahkan mengampuni orang-orang yang sudah menganiaya dan menyalibkannya. Dia mengasihi kita, bahkan ketika kita tidak layak mendapatkannya. Penuhi hati kita dengan kasih Allah. Semakin kasih Allah mendominasi hati kita, semakin kita bisa memahami apa yang sudah Yesus lakukan dan semakin kita ingin melakukan seperti yang sudah Dia lakukan. Dengan hati penuh kasih Allah, kita dimampukan untuk memegang komitmen pernikahan kita. Keluarga kita pun terselamatkan dari perselingkuhan dan masalah-masalah lainnya. Dengan mempraktikkan kasih Allah dalam keluarga, kita akan mendapatkan keluarga yang penuh dengan sukacita dan damai sejahtera. Mujizat pemulihan keluarga pun akan kita alami.

RENUNGAN
KASIH AGAPE akan menjadi PERISAI yang sangat kokoh MELINDUNGI pernikahan kita dari perselingkuhan.

APLIKASI
1. Apakah yang dimaksud dengan kasih Agape?
2. Mengapa Anda memerlukan kasih Agape dalam keluarga Anda?
3. Bagaimana Anda bisa menumbuhkan kasih Agape dalam diri Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih atas kasih-Mu yang besar atas hidup kami. Bapa, penuhi hati kami dengan kasih-Mu yang tak bersyarat. Biarlah kami bisa mengasihi pasangan dan setiap anggota keluarga kami dengan kasih Agape-Mu, agar kami pun dapat menjadi keluarga yang memancarkan terang kasih-Mu bagi orang-orang yang melihat hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.