Perjumpaan Yang Menjadikan Hidup Berarti

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Matius 4:18-22

RHEMA HARI INI
Matius 4:19 Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”

Nick Vujicic, lahir 4 Desember 1982 di Melbourne, Australia, dalam kondisi Tetra Amelia Syndrome, yaitu gangguan kelahiran yang sangat langka, dimana anak dilahirkan tanpa tangan dan kaki. Meski beberapa bayi akhirnya meninggal karena komplikasi yang parah, namun Nick berhasil bertahan hidup. Awalnya, keadaan fisiknya ini membuat Nick putus asa dan bahkan sempat membuatnya ingin bunuh diri. Pada usia 17 tahun Nick mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus, dan berhasil menemukan jati dirinya, ia bangkit dan belajar hidup mandiri, seperti mengetik, berenang, makan dan sebagainya. Nick percaya bahwa Tuhan punya rencana yang luar biasa lewat kehidupannya. Nick adalah seorang yang cinta Tuhan, ia menyerahkan dirinya ke dalam tangan Tuhan dengan segala kelemahan dan kekurangannya. Lulus dari universitas Griffith pada usia 21 tahun dengan dua gelar sarjana, menjadi motivator, pembicara dan mendirikan organisasi yang bernama Life Without Limbs. Tuhan memakainya secara ajaib, sampai hari ini Nick telah berkeliling ke puluhan negara bukan hanya untuk memberikan ceramah motivasi, tetapi juga untuk berkhotbah dan memberitakan Injil dalam acara-acara KKR.

Secara logika, apa yang Nick bisa kerjakan dengan keadaan fisiknya yang sangat terbatas? Orang akan menganggap tidak berguna, tidak bisa berbuat banyak, bahkan mungkin akan dianggap beban dan sampah masyarakat. Tetapi Tuhan punya rencana yang luar biasa, hanya dibutuhkan rasa cinta pada Tuhan dan penyerahan diri kepada-Nya, maka Tuhan memutar balikkan keadaan. Keterbatasan dan kekurangan Nick justru dipakai Tuhan untuk mendemonstrasikan kehebatan-Nya, keadaan Nick memudahkan Tuhan untuk menjangkau jiwa-jiwa yang sulit dilayani oleh penginjil-penginjil yang sempurna. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

Kisah Nick mestinya bisa menginspirasi kita semua, apapun kekurangan dan keterbatasan kita tentunya tidak lebih dari kondisi Nick, hanya dibutuhkan rasa cinta kepada Tuhan dan penyerahan diri sepenuhnya pada otoritas-Nya, Tuhan akan memutar balikkan keadaan. Keadaan kita yang selama ini seolah tidak berguna, akan diubah Tuhan menjadi sangat berguna, lewat perjumpaan kita dengan Tuhan, kita akan disadarkan tentang potensi diri yang Tuhan sudah taruh dalam hidup kita. Terlalu memandang rendah diri sendiri adalah kesalahan yang kerap terjadi, diperlukan perenungan dan kepekaan kita pada rhema yang Tuhan sampaikan pada kita. Jati diri kita adalah anak Tuhan, kehebatan Allah ada pada diri kita, kekuatan Tuhan ada dalam DNA kita, tidak satupun dari kita hidup tanpa potensi yang dari Tuhan. Setiap kita adalah berharga dan berguna bagi pekerjaan-Nya dibuka bumi ini. Jangan pernah menyerah dengan diri kita sendiri, sebab Tuhan belum selesai dengan kita, kita adalah Onesimus akhir zaman, berguna dan menguntungkan, kita adalah buah hatinya Tuhan. Mari kita ikut berjuang selamatkan jiwa, percayai, kita punya ladang tersendiri, ladang yang orang lain akan kesulitan untuk menjangkau, dan itu Tuhan sediakan bagi kita, itu cocok untuk kita, mujizat selamatkan jiwa akan Tuhan kerjakan lewat hidup kita.

RENUNGAN
Setelah BERJUMPA DENGAN TUHAN, yang tadinya tidak berguna pun bisa MENJADI BERGUNA.

APLIKASI
1. Perubahan apakah yang Anda alami sebelum Anda berjumpa dengan Yesus dan setelah Anda berjumpa dengan Yesus?
2. Apa dampak dari perubahan hidup Anda tersebut terhadap lingkungan di sekeliling Anda?
3. Komitmen apa yang akan Anda lakukan supaya hidup Anda bisa berguna bagi Tuhan dan sesama?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami bersyukur atas perjumpaan pribadi kami dengan-MU yang mengubahkan hidup kami secara total. Tujuan hidup kami saat ini adalah hidup untuk memuliakan nama-MU. Kami rindu bisa berguna bagi Kerajaan-MU. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.