Perkataan Profetik Dalam Percakapan Sehari-Hari

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Filipi 2:1-11

RHEMA HARI INI
Filipi 2:1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,

Setiap hari, kita pasti melakukan percakapan dengan anggota keluarga kita. Pertanyaannya, sebagai orang yang sudah belajar dan mempraktikkan doa-doa profetik di gereja, kata-kata yang seperti apa yang sering kita ucapkan kepada keluarga kita? Di bulan-bulan pertama pernikahannya, setiap kali bertengkar dengan istrinya, Agus selalu melontarkan kata-kata yang kasar dan mengatakan agar istrinya, Dewi, kembali saja ke rumah orangtuanya. Suatu hari, menjelang tiga tahun pernikahan mereka, Dewi berkunjung ke rumah orangtuanya beserta kedua anaknya. Sejak saat itulah, ia tidak kembali lagi ke rumah Agus dan memutuskan untuk bercerai.

Pertengkaran dalam sebuah keluarga memang sangat sulit untuk dihindari. Namun, sebagai orang percaya, meskipun kita sedang bertengkar, seharusnya kita tidak mengeluarkan kata-kata yang negatif. Bukan hanya saat bertengkar, terkadang kita juga sering mengucapkan kata-kata negatif saat bercanda dengan keluarga. Tanpa kita sadari, perkataan kita sudah menghakimi, mengkritik, menyindir, bahkan melemahkan anggota keluarga kita. Akibatnya, hubungan kita dengan keluarga semakin lama semakin memburuk.

Hari-hari ini, kita sudah sering mempraktekkan doa profetik di gereja. Namun, tidak cukup bagi kita hanya berdoa profetik di gereja saja, kita juga perlu memperkatakan perkataan profetik dalam percakapan kita sehari-hari. Doa profetik dan perkataan profetik dalam percakapan sehari-hari haruslah sejalan. Karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, maka, sebagai pengikut Kristus seharusnya perkataan kita juga haruslah perkataan profetik untuk membangun keluarga kita, yang menghibur, memuji, dan menyemangati. Percayalah, saat doa profetik dan perkataan profetik kita sudah selaras, maka kuasa Allah yang dahsyat akan bekerja dalam keluarga kita dan mendatangkan mujizat pemulihan keluarga yang luar biasa.

RENUNGAN
TERUS PERKATAKAN perkataan profetik dalam PERCAKAPAN SEHARI-HARI dengan keluarga kita.

APLIKASI
1. Kata-kata yang seperti apa yang sering Anda ucapkan dalam percakapan sehari-hari dengan keluarga kita?
2. Mengapa kata-kata yang kita ucapkan berpengaruh pada hubungan kita dengan sesama anggota keluarga?
3. Apa komitmen Anda setelah mengetahui pentingnya mengucapkan perkataan profetik dalam percakapan sehari-hari dengan keluarga kita?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih sudah mengingatkan kami untuk tidak mengucapkan kata-kata negatif saat kami bercakap-cakap dengan keluarga kami. Mampukan setiap kami agar terus memperkatakan perkataan profetik yang membangun, menguatkan, menghibur, memuji, menyemangati dan mempercayai sehingga kami bisa mengalami mujizat pemulihan keluarga. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.