Perkataan Profetik Untuk Membangun Keluarga

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Efesus 4:17-32

RHEMA HARI INI
Efesus 4:29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

Bertahun-tahun, Reni hidup jauh dari orangtuanya karena ia kuliah dan bekerja di kota lain. Setelah menikah dan melahirkan anak pertamanya, Reni kembali pulang ke rumah orangtuanya. Saat itu, Reni mendapati perubahan sifat dan sikap ibunya. Ibunya yang dahulu bisa diajak berbagi cerita, kini seperti menjadi orang yang berbeda. Pikiran negatif, prasangka buruk, ketidakpercayaan selalu muncul pada ibu Reni, terutama terhadap ayahnya. Tak elak, Reni sering melihat ayah dan ibunya bertengkar. Sehingga damai sejahtera seolah-olah hilang dari keluarga Reni.

Reni sedih melihat ibunya seperti itu, bahkan terkadang ia marah dan mengeluarkan kata-kata yang tidak sepantasnya kepada ibunya. Namun, setiap kali ia bertengkar dengan ibunya, hati kecilnya selalu mengingatkan untuk meminta maaf dan menghormati ibunya. Reni pun bertekad untuk memperbaiki dirinya, bukannya terus menyalahkan ibunya. Kebetulan di gerejanya, Reni sedang diajarkan untuk selalu memperkatakan perkataan profetik. Semenjak itu, ia berusaha memperkatakan perkataan profetik bahwa Tuhan akan mengubah hati ibunya yang keras dan memperbaiki hubungan ayah ibunya. Meskipun perubahan belum terjadi, Reni percaya apa yang diperkatakan itu akan Tuhan jadikan nyata dan keluarganya akan dipulihkan.

Sering kali, kita juga memperkatakan hal yang buruk saat keadaan tidak sesuai harapan kita. Namun hari ini, kita diingatkan supaya jangan menggunakan perkataan untuk memperburuk keadaan. Sebaliknya, pakailah perkataan untuk membangun, memperbaiki, mempercantik, dan memperindah. Supaya siapa saja yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. Itulah yang dinamakan perkataan profetik. Melalui perkataan profetik, Tuhan akan memakai kita untuk mendatangkan mujizat pemulihan keluarga. Oleh karena itu, jika saat ini kita sedang mengalami masalah keluarga, baik dengan pasangan, orangtua, atau anak kita, janganlah keluar kata-kata yang hanya memperburuk keadaan. Namun perkatakanlah perkataan profetik untuk membangun keluarga kita, sehingga pemulihan keluarga benar-benar terjadi dalam keluarga kita. Percayalah, kita akan melihat kuasa Allah bekerja dan mendatangkan mujizat pemulihan bagi keluarga kita. (LEW)

RENUNGAN
JANGAN menggunakan perkataan yang bersifat MERUSAK atau MENYAKITI PERASAAN anggota keluarga.

APLIKASI
1. Apa yang biasanya Anda perkatakan saat keadaan tidak baik terjadi dalam keluarga Anda? Perkataan yang menyakiti atau membangun?
2. Sudahkah Anda memperkatakan perkataan profetik yang membangun keluarga Anda? Jika sudah atau belum, mengapa?
3. Apa yang akan Anda perkatakan untuk mengubah keadaan yang tidak baik dalam keluarga Anda sekarang?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, terima kasih hari ini Engkau mengingatkan kami untuk hati-hati mengggunakan perkataan kami khususnya bagi keluarga kami. Ajarkan kami tidak memperkatakan hal yang merusak dan menyakiti anggota keluarga kami, tetapi kami memperkatakan hal yang membangun. Kami percaya dengan perkataan yang membangun keluarga kami akan dipulihkan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.