Perkataan Yang Lemah Lembut

Renungan Keluarga Allah
Selasa, 26 Juli 2016

BACAAN HARI INI
Amsal 15:1-33

RHEMA HARI INI
Amsal 15:1 Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.

Jika kita mengasihi anggota keluarga kita, tentu kita ingin melihatnya maju. Sedikit banyak kita akan merasa berhak dan berkewajiban untuk memberikan dorongan. Kita pun kemudian memberikan nasihat sesuai dengan cara yang kita pandang baik. Tidak jarang, nasihat kita bercampur dengan rasa gemas dan tanpa direncanakan nada suara kita pun meninggi. Terlebih jika kita tidak melihat perkembangan baik dalam kehidupan pribadi orang yang kita kasihi tersebut. Yang tidak kita sadari, seringkalinya maksud baik kita malah membangkitkan ketidaksukaan di dalam hati anggota keluarga yang kita nasihati tersebut. Bukannya termotivasi, ia malah menjadi sakit hati dan memberontak. Bukannya merasa dikasihi, ia malah merasa direndahkan dan dihakimi. Tak ayal, pertengkaran pun terjadi. Dalam salah satu bukunya, Gary Chapman menulis, “…dibutuhkan empati dan kemampuan untuk melihat dari perspektif orang yang kita kasihi. Kita harus terlebih dahulu mempelajari apa yang penting bagi mereka. Baru kemudian kita dapat memberikan dorongan.”

Coba renungkan kembali, pernahkah kita mencoba untuk memahami kesulitan yang dihadapi oleh orang yang kita kasihi? Apakah dengan bersikap keras dengan mereka, lantas mereka dapat menemukan jalan keluarnya sendiri? Cobalah untuk mengajak mereka bicara baik-baik. Tanyakan apa yang sebenarnya mereka inginkan dan butuhkan. Siapa tahu, dengan cara demikian kita dapat benar-benar menolong mereka.

Bagaimanapun, kasih membutuhkan tindakan. Tidak seharusnya berhenti di sekadar kata-kata, apalagi perkataan yang tajam. Hal ini bukan hanya berlaku dalam hal menasihati saja, tetapi juga untuk segala permasalahan dan gesekan yang terjadi dalam keluarga kita. Mungkin awalnya akan terasa canggung untuk mengubah cara kita untuk berkomunikasi dengan mereka. Namun kita selalu bisa datang kepada Tuhan dan meminta tuntunan-Nya. Biarkan Roh Kudus yang mengubahkan hati dan cara pandang kita. Sehingga kita pun dapat menemukan kata-kata yang tepat dan penuh kasih untuk orang yang kita kasihi. (MV.L)

RENUNGAN
Banyak kesalahpahaman dalam keluarga bisa terselesaikan dengan PERKATAAN YANG LEMAH LEMBUT.

APLIKASI
1. Ketika Anda berkomunikasi dengan keluarga Anda, seberapa sering apa yang Anda katakan berakhir dengan kesalahpahaman dan pertengkaran?
2. Coba diingat, bagaimana cara Anda menyampaikan kata-kata itu?
3. Mulai sekarang, bagaimana Anda akan membereskan kesalahpahaman dengan keluarga Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Ya, Bapa, terima kasih karena pada hari ini Engkau telah mengingatkan kami untuk berbicara dengan lemah lembut kepada keluarga kami. Bimbing kami ya, Tuhan, agar kami dapat mengendalikan setiap perkataan dan nada bicara kami terhadap mereka. Agar segala kesalahpahaman dan permasalahan di antara kami pun terselesaikan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Ibrani 1-6