Perkataan Yang Membatalkan Mujizat

BACAAN HARI INI
Ayub 3:1-26

RHEMA HARI INI
Ayub 3:24-25 Karena ganti rotiku adalah keluh kesahku, dan keluhanku tercurah seperti air. Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.

Senin pagi, Nabel begitu bersemangat untuk membuka tokonya. Hari Minggu kemarin, di gereja ia mendapatkan pelajaran tentang deklarasi profetik. Nabel dengan yakin dan penuh iman mendeklarasikan bahwa ia adalah orang yang diberkati. Apapun yang ia kerjakan dibuat Tuhan berhasil. Berkat melimpah, pintu-pintu dibukakan, pelanggan datang dari barat, timur, utara dan selatan. Hari itu senyum kemenangan menghiasi wajah Nabel, ia melayani setiap pembeli dengan ramah dan sebaik mungkin.

Menjelang siang, Viola temannya datang ke toko Nabel. Melihat wajah Viola, Nabel kecut hatinya. Wah pasti Viola datang hendak meminjam uang, Nabel tahu persis siapa dan bagaimana temannya itu. Viola seorang janda yang tidak biasa bekerja, jadi semenjak suaminya meninggal, Viola selalu kesulitan masalah keuangan. Benar saja tebakan Nabel, Viola memang hendak meminta bantuan untuk membayar kontrakan rumahnya. “Wah, maaf ya Viola, tokoku sedang sepi, susah sekali berjualan saat ini. Semua seret, mungkin ekonomi memang sedang lesu. Tagihan sampai menumpuk belum bisa kubayar.” tolak Nabel ketika Viola mengutarakan maksudnya. Memang Nabel berhasil berkelit dari Viola, namun sampai sore, tokonya betul-betul sepi. Hanya segelintir pembeli yang datang, itupun tidak semua jadi berbelanja, sebab barang yang dicari tidak tersedia.

Ada banyak orang yang membatalkan mujizatnya karena apa yang dikatakannya tidak sesuai dengan deklarasi profetik yang diucapkan. Di satu sisi, doa profetiknya oleh bilur-bilurNya saya sudah sembuh! Tapi ketika ditanya pasangan atau teman, bilang belum ada perubahan malah nampaknya makin parah. Banyak orang belum mengerti bahwa, inilah cara yang sangat efektif untuk membatalkan mujizat. Bagaimana Tuhan akan memberikan mujizat, bila Tuhan berkata sudah sembuh, sudah diberkati, tapi kita terus berkata belum. Berhati-hatilah dengan apa yang kita pikirkan dan ucapkan, Ayub sendiri mengalami, apa yang ia takutkan dan cemaskan, malah itulah yang terjadi. Jaga hati, pikiran dan mulut kita selalu singkron, jangan sampai gara-gara ceroboh berkata-kata, kita jadi batal menerima mujizat yang seharusnya kita terima.

RENUNGAN
PERKATAAN YANG SALAH dapat MEMBATALKAN MUJIZAT yang seharusnya kita terima.

APLIKASI
1.    Bagaimana Anda menilai perkataan Anda selama ini? Apakah sudah sesuai dengan deklarasi profetik Anda?
2.    Situasi apa yang sering membuat Anda terpancing untuk berkata-kata negatif? Pikirkanlah cara untuk menghindarinya.
3.    Bagaimana cara Anda melatih agar hati, pikiran dan mulut Anda sepakat percaya pada Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa, urapi kami dengan mata rohani yang selalu tertuju pada janjiMu, juga atas mulut kami untuk selalu memperkatakan dengan berani setiap kemenangan yang sudah Engkau rancangkan dalam hidup kami. Jauhkanlah kiranya perkataan-perkataan yang negatif dan tidak berguna dari mulut kami. Terima kasih Bapa, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.