Perkuat Jala Kelompok Sel

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Roma 16:1-16

RHEMA HARI INI
Roma 16:5 Salam juga kepada jemaat di rumah mereka. Salam kepada Epenetus, saudara yang kukasihi, yang adalah buah pertama dari daerah Asia untuk Kristus.

Seperti anggur baru butuh kantong anggur yang baru, maka banyak hal dalam komsel yang juga perlu kita perbaharui kantong anggurnya. Mulai perbaharui lagi komitmen untuk menampung jiwa-jiwa baru. Mulai komitmen untuk memuridkan jiwa-jiwa. Kalau kantongnya sudah siap, maka Tuhan akan curahkan kegerakan yang baru. Kuatkan dulu jalanya dan sediakan dulu kantongnya. Seberapa kuat jala komsel yang kita buat, maka sebanyak itu jiwa-jiwa yang akan Tuhan bawa masuk ke dalamnya.

Salah satu cara paling efektif agar buah jiwa-jiwa tetap tinggal tetap adalah melalui kelompok sel. Kalau kelompok sel kuat maka jiwa-jiwa akan terus bertahan dengan kuat. Sebaliknya jika kelompok selnya kendor, maka tidak heran berapapun banyaknya “ikan” yang didapat, pada akhirnya akan hilang lenyap lagi. Salah satu alasan kenapa orang-orang seperti Epenetus tetap bisa bertahan dan bertumbuh adalah karena Paulus juga mengembangkan sistem kelompok sel dalam pelayanan dan penjangkauannya. Coba lihat kalimat pertama dari Roma 16:5 tadi: Salam juga kepada jemaat di rumah mereka (rumah Priskila dan Akwila di ayat 3). Jemaat di rumah inilah kelompok sel! Jadi Priskila dan Akwila adalah sepasang Ketua Kelompk Sel (KKS). Dan saya yakin demikian juga dengan yang Paulus ajarkan kepada Epenetus. Pasti di rumah Epenetus juga diadakan kelompok sel.

Itu sebabnya mari saat ini kita semua bergandengan tangan membangun jala komsel yang kuat dan konsisten. Mari kita deklarasikan semua jemaat bangkit jadi KKS! Dan semua komsel yang sudah padam dan suam-suam dibangkitkan kembali oleh Tuhan dan siap dipakai Tuhan menjadi bejana-bejana kosong yang siap diisi oleh jiwa-jiwa tanpa batas dari Tuhan. Mari semakin melekat dengan hati Tuhan dan bangkit dalam doa dan puasa untuk mendoakan jiwa-jiwa yang terhilang. Komitmen bangun kelompok sel sebagai wadah bagi jiwa-jiwa yang datang.

RENUNGAN
Perkuat JALA KELOMPOK SEL, agar buah jiwa-jiwa TINGGAL TETAP.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda tergabung dalam kelompok sel dan mengikuti pelatihan menjadi Ketua Kelompok Sel?
2. Sudahkah Anda melaksanakan rhema dan pengajaran yang telah diberikan setiap minggunya oleh gembala sidang secara utuh sehingga rantai komando dapat berjalan dengan baik?
3. Sudahkah Anda memperhatikan perkembangan rohani jajaran Anda dari yang lama hingga yang baru bergabung?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami perlu urapanMu untuk kami dapat dimuridkan dan memuridkan dengan baik agar rencanaMu atas setiap kami sebagai penjala manusia dapat tergenapi. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.