Pernikahan Yang Dipenuhi Kasih Agape

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Kolose 3:12-17

RHEMA HARI INI
Kolose 3:13-14 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

“Papa mulai menyembunyikan sesuatu dari mama ya?” Tanya Ami kepada suaminya. “Tidak ada apa-apa ma, papa hanya sekedar ngobrol biasa dengan wanita itu, lagi pula hanya melalui gadget, tidak lebih.” Jawab Niko kepada istrinya. Hari demi hari berlalu, Ami melihat suaminya semakin sering ngobrol dengan wanita tersebut melalui gadgetnya. Bahkan wanita tersebut mulai menyatakan suka kepada Niko suaminya. Sebenarnya suaminya tidak bermaksud menyembunyikan sesuatu. Tetapi karena takut, hal tersebut memicu kesalahpahaman, Niko pun menghapus pesan di gadgetnya dan mulai melarang Ami mengutak-atik gadgetnya.

Ami sebenarnya tidak mau mempersoalkannya. Tetapi karena tidak mau suaminya terjerumus, Ami mulai mendekati suaminya, dan menasehati secara halus. “Pa, saya tahu papa menghapus pesan dari wanita tersebut. Pa, hati-hati! Tidak ada manusia yang kebal dosa. Papa jangan beri kesempatan, karena iblis akan mengikat papa pelan-pelan tanpa papa sadari.” Niko yang merasa dituduh, mulai marah-marah. Ami dengan sedih beranjak dari kamar. Diam-diam Niko merenungkan kembali apa yang dikatakan istrinya. Tidak mau istri dan anak-anaknya terluka, Niko memutuskan menghapus pertemanannya dengan wanita tersebut dan meminta maaf kepada istrinya. Hubungan Ami dan Nikopun kembali dipulihkan, bahkan semakin harmonis.

Setiap kita pasti punya keinginan, hobi, kesukaan, atau kebiasaan kita masing-masing. Namun jika fondasi kita menjalani bahtera rumah tangga, dasarnya karena untuk memenuhi kepuasan pribadi, percayalah jika bukan kita, maka pasangan kita yang akan terluka pada akhirnya. Jika asal aku senang, asal aku bahagia. Maka bisa dipastikan rumah tangga seperti itu pasti rentan terhadap perselingkuhan. Tetapi jika dasarnya adalah kasih agape, kasih yang suka memberi, sabar, suka mengampuni, saling menghargai, saling menjaga, maka pernikahan tersebut pasti akan kokoh, rumah tangga kita akan selamat dari perselingkuhan. Bahkan semakin lama semakin manis, harmonis, dan rukun. Jadi mulai hari ini, mari kita beranjak dari kasih phileo yang fokusnya kepada diri sendiri kepada kasih agape, yang selalu rela berkorban bagi pasangan kita. Penuhilah rumah tangga kita dengan kasih agape sehingga mujizat pemulihan keluarga semakin nyata bekerja dalam rumah tangga kita, dan kita dapat menuai anggur baru yang manis setiap hari dalam rumah tangga kita.

RENUNGAN
Pernikahan yang DIPENUHI KASIH AGAPE akan terasa makin lama makin MANIS, HARMONIS, dan BAHAGIA.

APLIKASI
1. Pernikahan seperti apa yang dapat membuat rumah tangga Anda manis, harmonis, dan bahagia?
2. Apa yang Anda dapat perbuat untuk menunjukkan kasih agape kepada pasangan Anda?
3. Sudah kasih agape menjadi dasar dari tujuan Anda membangun rumah tangga?

DOA HARI INI
“Bapa terimakasih atas mujizat pemulihan keluarga yang sedang Engkau kerjakan di tengah-tengah kami. Ajar kami dan penuhi kami dengan kasih agape, sehingga mujizat pemulihan keluarga dapat kami tuai, dan kami boleh dibebaskan dari perselingkuhan, dan bertumbuh menjadi keluarga yang penuh kemanisan, keharmonisan, dan kebahagiaan.
Di dalam Nama Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.