Persembahan Karena Cinta

ReKA | Renungan Keluarga Allah
The Power To Get Wealth #2 | Hari #4
Kamis, 18 Februari 2016

BACAAN HARI INI

1 Tawarikh 29:1-9

RHEMA HARI INI

1 Tawarikh 29:3 Lagipula oleh karena cintaku kepada rumah Allahku, maka sebagai tambahan pada segala yang telah kusediakan bagi rumah kudus, aku dengan ini memberikan kepada rumah Allahku dari emas dan perak kepunyaanku sendiri

Miguel adalah seorang bocah Mexico yang miskin. Ibunya hanya buruh cuci, sedangkan ayahnya sudah lama meninggal dunia. Setiap hari Miguel dan ibunya hanya makan jagung dan kacang merah saja. Itupun kadang-kadang tidak ada, dan mereka harus menahan rasa lapar. Meskipun miskin, tetapi Miguel rajin sekali datang ke Sekolah Minggu. Ia memakai celana yang sudah ditambal disana-sini karena ibunya tidak mampu membelikannya celana baru.

Setiap Sabtu, setelah ibunya menerima upah dari mencuci pakaian, ibunya memberikan uang sebesar 10 sentavo kepada Miguel untuk membeli kue kesukaannya. Miguel senang sekali, ia selalu mengguncang-guncangkan kantongnya supaya uang-uang logam yang ada di sakunya terdengar bergemerincing.

Dalam perjalanan menuju ke toko kue, Miguel melewati gedung gerejanya yang sedang membangun. Ia berhenti sejenak, ia heran mengapa daun pintu gedung gerejanya belum dipasang. Lalu ia bertanya kepada Tuan Gonzales, pemimpin proyek pembangunan gedung gerejanya. Tuan Gonzales menjawab bahwa daun pintu itu belum terpasang karena belum ada uang untuk membeli engsel-engselnya. Pelan-pelan, Miguel merogoh sakunya, ia mengambil uang 5 sentavo lalu bertanya kepada Tuan Gonzales apakah uang 5 sentavo cukup untuk membeli engsel. Tuan Gonzales menjawab bahwa uang itu cukup untuk membeli engsel. Dengan gembira, Miguel menyerahkan uangnya kepada Tuan Gonzales. Lalu ia meneruskan perjalanannya ke toko kue, dan membeli setengah potong kue saja. Meskipun tidak kenyang, tetapi Miguel senang sekali karena ia sudah bisa menyumbang untuk pembangunan gedung gerejanya.

Pada hari Minggunya, saat ia pergi ke gereja, Miguel melihat daun pintu gerejanya sudah terpasang. Ketika melewati pintu itu, Miguel berhenti sejenak, dan sambil tersenyum lebar, ia berkata dengan bangga kepada ibunya, “Engsel-engsel pintu itu adalah persembahanku bu…”

Bagaimanakah sikap kita ketika kita memberi persembahan kepada Tuhan? Apakah dengan terpaksa, ataukah karena cinta kepada Tuhan? Tuhan tidak melihat besar atau kecilnya persembahan yang kita berikan, tetapi ia melihat hati kita. Kalau kita mencintai Tuhan, maka kita pasti akan berjuang untuk mempersembahkan yang terbaik yang ada pada kita kepada Tuhan. Inilah yang dilakukan oleh Raja Daud, bagaimana ia dengan cinta mempersembahkan yang terbaik untuk pembangunan rumah Allah. Hari ini, berilah persembahan kepada Tuhan karena Anda mencintai Tuhan, maka IA akan melimpahkan berkat serta anugerah-Nya dengan tak putus-putusnya dalam hidup Anda.

RENUNGAN

Setiap kali kita MEMBERIKAN PERSEMBAHAN kepada Tuhan, berikan persembahan KARENA CINTA.

APLIKASI

Selidiki hati Anda, apakah motivasi Anda memberikan persembahan kepada Tuhan selama ini?

DOA UNTUK HARI INI

Tuhan, biarlah kasih kami kepada-MU semakin bertambah setiap hari. Kami rindu dengan kasih yang ada di dalam hati kami ini, kami bisa mempersembahkan yang terbaik bagi-MU. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Amsal 1-5