Persembahan Khusus Sebagai Benih Profetik

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Lukas 6:1-42

RHEMA HARI INI
Lukas 6:38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu.

Ada seorang peternak yang mempunyai seekor sapi yang selalu gagal hamil ketika dikawinkan. Suatu hari ia mencoba kembali mengawinkan sapi itu sambil berkata dalam hatinya, “Kalau sampai sapi ini berhasil hamil, anaknya nanti akan kupersembahkan kepada Tuhan.” Singkat cerita ternyata sapi itu benar-benar hamil, dan ketika melahirkan ternyata ada dua ekor anaknya. Ia pun bingung yang mana yang akan ia persembahkan kepada Tuhan, dan ia berkata dalam hatinya, “Kutunggu anak-anak sapi ini agak besar sajalah seraya aku berpikir untuk memutuskan yang mana yang akan aku persembahkan.” Suatu hari ada wabah di desanya, dan salah satu dari anak sapi itu mati. Kemudian peternak itu berkata kepada istrinya, “Wah, celaka! Anak sapi Tuhan mati!” Dengan wajah bingung, si istri bertanya, “Bukankah kamu belum memutuskan yang mana yang akan kamu persembahkan?” Dan suaminya pun menjawab, “Tadi sudah kuputuskan, bahwa yang mati adalah milik Tuhan.”

Berapa banyak dari kita yang selalu berat hati ketika pendeta berkotbah tentang persembahan. Baik itu persepuluhan, maupun persembahan lainnya. Tidak sedikit yang merasa bahwa harus keluar uang melulu, dan memilih untuk memberi hanya sekedar memberi. Akan tetapi sadarkah kita bahwa sebenarnya yang Tuhan butuhkan bukanlah uang kita. Ia adalah Bapa yang Maha Kaya. Uang kita tidak ada apa-apanya di hadapan-Nya. Namun yang Ia lihat adalah hati kita ketika kita memberikan persembahan. Apakah kita sudah memiliki hati yang tulus untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan atau belum. Apakah kita sudah mengutamakan Tuhan diatas harta kita, atau kah justru malah harta yang menduduki peringkat tertinggi di dalam hati kita.

Ketika kita memiliki pemahaman yang benar mengenai persepuluhan, persembahan mingguan, serta persembahan khusus, maka kita tidak akan merasa keberatan atau terbeban memberikannya kepada Tuhan. Karena apa yang kita punya, semuanya itu adalah milik Tuhan, dan kita hanyalah pengelolanya saja. Ketika kita dapat mengelola harta yang dipercayakan kepada kita dengan baik, juga menaburkannya dengan sikap hati dan iman yang benar, serta menaburnya di lahan yang benar sebagai benih profetik, maka kita pun pasti akan menuai apa yang telah kita tabur tersebut.

RENUNGAN
Selain PERSEPULUHAN dan PERSEMBAHAN MINGGUAN, taburkanlah PERSEMBAHAN KHUSUS sebagai benih profetik

APLIKASI
1. Sudahkah Anda mengerti dengan benar tentang taburan profetik?
2. Menurut Anda, mengapa kita harus menaburkan benih profetik?
3. Apa yang dapat Anda lakukan untuk dapat menjalankan apa yang sudah Tuhan rhemakan dengan baik?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami mau mengambil komitmen untuk turut serta dalam kegerakan-Mu. Kami mau melangkah menabur benih-benih profetik dengan cara dan sikap hati yang benar, ya Tuhan. Karena kami tahu bahwa kami pasti akan menuai hasil dari taburan profetik kami sesuai firman-Mu yang ya dan amin. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.