Persembahan Yang Mendatangkan Kelimpahan

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Maleakhi 3:6-12

RHEMA HARI INI
Maleakhi 3:10 bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu kedalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan dirumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Semenjak pulang dari tugas perang di Vietnam, hidup John Bell hancur. Awalnya John mulai dengan yang ringan, seperti mariyuana, tetapi dengan segera ia terseret pada obat-obat yang lebih keras seperti heroin dan cocain. John tidak bisa lepas lagi dari cengkeraman obat-obat terlarang. John menjadi gelandangan dengan uang pensiun 86 dolar dan tunjangan sosial 30 dolar, total 116 dolar. Suatu hari John menemukan brosur KKR Morris Cerullo, John berpikir tidak ada ruginya ia menghadiri kebaktian tersebut. Disitulah ia mengalami jamahan Tuhan dan pertobatan dari hidup lamanya. Saat itu Allah memimpin Morris Cerullo untuk mengatakan bahwa jika jemaat mau mengosongkan kantong mereka dan menanam benih di ladang Tuhan, Tuhan akan mengembalikan kepada mereka lipat kali ganda. John tergerak untuk bertindak, tetapi tidak ada uang sepeserpun di kantongnya, tetapi John tidak tinggal diam, ia mengumpulkan uang dari jemaat-jemaat yang bermurah hati kepadanya, John mendapatkan 40 dolar. Dia berdoa kepada Tuhan, “Bapa di surga, saya memberikan semua ini kepada-Mu.” Kemudian ia meletakkan uang itu dalam persembahan.

Tuhan buat mujizat, uang pensiun John naik menjadi 550 dolar per bulan, John juga menerima dari jaminan sosial 9.000 dolar sekaligus, dan menerima cek dari Lembaga Veteran sejumlah 15.000 dolar. “Setiap kali saya menerima pendapatan lebih, saya menaburkannya di ladang Tuhan, Tuhan membuat saya memberi dengan sukacita.” Di World Conference 1994 John memberikan 1.000 dolar untuk misi Israel. Hanya enam bulan kemudian ia menerima kenaikan 100% uang pensiun, pendapatannya menjadi 2.882 dolar setiap bulan. Tahun 1994 John memberikan persembahan 10.000 dolar untuk School of Ministry di Los Angeles. Dalam empat tahun Tuhan merubah hidup John Bell dari gelandangan tanpa rumah tinggal menjadi orang yang memberikan persembahan 10.000 dolar, setara dengan 140 juta rupiah.

Pada hakekatnya Tuhan tidak membutuhkan bantuan apapun dari kita semua, sebab langit, bumi dan segala isinya adalah milik-Nya, tetapi persembahan kita menjadi ukuran bagi Tuhan untuk menilai seberapa besar arti Tuhan bagi diri kita. Ketika kita mempersembahkan kepada Tuhan lebih dari kebutuhan kita sendiri, itu membuat Tuhan tidak bisa menahan berkat-Nya, tingkap langit pasti terbuka dan berkat-berkat dicurahkan dengan berkelimpahan. Sekarang, lewat Hamba-Nya, Bp. Pdt. Obaja, kembali Tuhan ingatkan tentang mujizat keuangan, ini adalah waktu-Nya memberkati kita denga cara yang ajaib. Taburlah dengan persembahan yang terbaik, dan kita akan alami mujizat keuangan yang besar. Yakini dan percayai itu, hukum tabur tuai tidak pernah gagal, terlebih Tuhan kita bukan Allah yang ingkar janji, dahulu, sekarang dan sampai selamanya. Amin.

RENUNGAN
Ketika Tuhan BERKENAN dengan persembahan kita, pintu gerbang surga TERBUKA dan berkat-berkat DICURAHKAN DENGAN BERKELIMPAHAN.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda mempersembahkan persembahan yang berkenan kepada Tuhan?
2. Menurut Anda, seperti apakah persembahan yang berkenan di hati Tuhan?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya Anda bisa senantiasa mempersembahkan yang berkenan di hati Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terimakasih atas kesempatan yang Engkau berikan kepada kami untuk kami boleh menabur di ladang pekerjaan-MU. Kami rindu senantiasa mempersembahkan persembahan yang berkenan dan menyenangkan hati-MU. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.