Persepuluhan Sebagai Ketetapan Firman Tuhan

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

Mazmur 10-12
Kisah Para Rasul 19:1-20

BACAAN HARI INI

Ibrani 7:1-11

RHEMA HARI INI

Ibrani 7:1-2a Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya.

Di era perjanjian lama maupun baru, kita mengenal yang namanya persepuluhan. Yaitu sebuah tindakan iman dan penghormatan anak-anak Tuhan kepada kedaulatan Allah, serta sebagai ekspresi cinta maupun tindakan bahwa mereka mengutamakan Tuhan. Dan ada seseorang yang bertugas mengatur semuanya itu. Siapa dia? Dia adalah seorang Imam Agung yang bernama Melkisedek. Siapa itu Melkisedek? Menurut arti namanya, Melkisedek adalah pertama-tama Raja Kebenaran, dan juga Raja Damai Sejahtera. Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, hari-Nya tidak berawal dan hidup-Nya tidak berkesudahan, dan karena Ia seperti Anak Allah, Ia tetap menjadi Imam sampai selama-lamanya. Dia-lah Melkisedek. Tuhan Yesus sendiri.

Dari penjelasan ini, kita dapat mengerti dan mengetahui bahwa Tuhan Yesus sudah ada sebelum Abraham ada, bahkan sebelum dunia ini dijadikan. Itu sebabnya, ketetapan-Nya tidak berubah. Di Perjanjian Lama, Abraham sebagai bapa orang percaya, mengembalikan persepuluhan. Demikian pula di Perjanjian Baru, kita sebagai keturunan Abraham, juga mengembalikan persepuluhan. Artinya, persepuluhan bukan sekedar hukum Taurat, tetapi ketetapan Tuhan menurut peraturan Melkisedek, yaitu Tuhan Yesus sendiri. Karena persepuluhan sudah ada di jaman Abraham, jauh sebelum Musa yang diperintahkan Tuhan untuk menulis hukum Taurat lahir.

Jadi, mari sebagai keturunan Abraham yang berhak menerima janji-janji Allah, kita buka hati dan meresponi semua firman yang Tuhan perintahkan dengan hati bersyukur. Kita kembalikan persepuluhan kita pada Tuhan, kepada gereja lokal, tempat kita tertanam dan bertumbuh dengan hati bersuka. Karena Tuhan perintahkan kita untuk mengembalikan persepuluhan bukan semata-mata agar kedaulatan-Nya ditegakkan saja, tetapi agar kita anak-anak kesayangan-Nya, biji mata-Nya juga dapat menerima janji-janji berkat yang sudah Tuhan sediakan, dan bangkit menjadi terang serta memuliakan Tuhan melalui harta yang telah Tuhan percayakan.

RENUNGAN

PERSEPULUHAN adalah KETETAPAN firman Tuhan menurut PERATURAN MELKISEDEK, yaitu TUHAN YESUS sendiri.

APLIKASI

1. Menurut Anda, apa itu persepuluhan dan mengapa kita harus mentaati firman Tuhan untuk mengembalikan persepuluhan?
2. Siapakah yang diutus Tuhan untuk mengatur persepuluhan para imam? Siapakah Dia menurut kitab Ibrani pasal 8?
3. Sudahkah Anda mengembalikan persepuluhan? Apa janji firman bagi anak-anak-Nya yang taat kepada-Nya?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa yang baik, terima kasih atas kebaikan yang Engkau nyatakan bagi kami. Terima kasih untuk jalan yang Engkau bukakan bagi kami, sehingga kami dapat mengekspresikan cinta kami dengan mengembalikan persepuluhan sebagai ketetapan firman Tuhan, sehingga kami memperoleh kasih karunia untuk menerima janji-janji Abraham, bapa leluhur kami. Agar kami bangkit dan menjadi terang dan bersinar bagi banyak orang. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Worship Audio

Bacaan Alkitab Setahun

1 Samuel 17-18
Lukas 11:1-28

BACAAN HARI INI

Roma 10:8-11

RHEMA HARI INI

Roma 10:8 Tetapi apakah katanya? Ini: “Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” Itulah firman iman, yang kami beritakan.

Seperti yang kita ketahui dalam pelajaran sejarah, selama ratusan tahun bangsa Indonesia hidup dalam penjajahan beberapa negara asing. Sampai ketika beberapa peristiwa penting terjadi di tahun 1942-1945 dan membuka kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk merdeka. Dengan sigap, beberapa tokoh penting segera bergerak untuk merumuskan teks proklamasi kemerdekaan. Hingga akhirnya, pada tanggal 17 Agustus 1945, teks proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan pertama kalinya oleh presiden pertama Indonesia, yaitu Ir. Soekarno.

Setelah memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, perjuangan bangsa Indonesia belumlah selesai. Berita proklamasi harus disebarkan ke seluruh pelosok negeri, bahkan ke seluruh penjuru dunia. Padahal pada zaman itu, sarana komunikasi dan transportasi masih sangat terbatas, sehingga dibutuhkan waktu beberapa lama sampai seluruh rakyat menerima berita kemerdekaan Indonesia. Saat berita itu sampai ke telinga rakyat, tentu saja mereka pun menyambutnya dengan semangat yang tinggi. Dengan berapi-api rakyat memberikan kontribusi di daerah-daerah untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia, yang ditandai dengan adanya beberapa peristiwa pertempuran seperti yang terjadi di Bandung, Surabaya, Ambarawa, dan Sumatera. Sampai kemerdekaan bangsa kita benar-benar diakui oleh bangsa-bangsa.

Apa yang dahulunya dialami bangsa kita, tanpa kita sadari, kita pun juga mengalaminya dalam kehidupan kita sehari-hari. Ada beberapa dari kita yang mungkin sudah bertahun-tahun hidup dijajah dengan pergumulan-pergumulan kita sendiri, bahkan bisa jadi iman kita sudah mulai lelah berperang melawannya. Sama seperti bangsa Indonesia yang 74 tahun lalu memproklamirkan kemenangannya atas penjajah, yang kemudian membangkitkan semangat juang para pahlawan dan seluruh rakyat untuk merebut serta mempertahankan kemerdekaan; kita pun perlu mendeklarasikan kemenangan kita. Karena dengan mendeklarasikan kemenangan, sejatinya kita tidak hanya sedang membangun iman kita, tetapi juga membuat musuh gentar. Ya, kita memerlukan ledakan iman yang besar untuk merebut serta mempertahankan kemenangan kita, dan salah satu caranya adalah dengan mendeklarasikan kemenangan kita.

RENUNGAN

Supaya kita bisa mengalami LEDAKAN IMAN, kita perlu MENDEKLARASIKAN KEMENANGAN kita.

APLIKASI

1. Sudahkah Anda mendeklarasikan kemenangan Anda?
2. Menurut Anda, mengapa Anda perlu mendeklarasikan kemenangan Anda?
3. Bagaimana deklarasi kemenangan dapat membawa ledakan iman terjadi?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan, kami mau belajar untuk melangkah dalam iman, karena kami tahu, hanya dengan iman sajalah kami dapat mencapai kemenangan. Maka, saat ini juga, kami mau mendeklarasikan kemenangan kami. Kami percaya bahwa kami sudah menang atas segala pergumulan dan persoalan hidup kami. Dan mulai hari ini, iman kami sudah dibangkitkan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”